Di London, Menkominfo Tegaskan Komitmen Indonesia Lindungi Insan Pers

London, MINA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara saat menghadiri Global Conference on Media Freedom di Printworks, Surrey Quay Road, London, Rabu (10/7), menegaskan komitmen pemerintah Indonesia mendukung penuh melindungi media serta para pekerja pers.

Laporan Freedom House 2019 menunjukkan Indonesia telah membangun dan maju secara signifikan dalam politik dan media. Dengan ini Indonesia telah membuat pencapaian demokratis yang mengesankan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada penilaian angka agregat 62 dalam skala 100, Fredoom House menilai Indonesia memiliki lingkungan media yang dinamis dan beragam.

“Pemerintah manapun mesti memiliki komitmen memperjuangkan para jurnalis melalui dukungan terhadap akses layanan hukum serta berbagai pelatihan,” ujarnya.

Baca Juga:  Tank-tank Israel Kepung RS Al-Awda di Gaza Utara

Global Conference on Media Freedom adalah forum yang digelar oleh Pemerintah Inggris dan Kanada pada 10 – 11 Juli 2019, ditujukan untuk menyusun komitmen bersama terhadap perlindungan jurnalis dalam menjalankan tugas, peningkatan kualitas sumberdaya manusia jurnalis dan memperjuangkan kebebasan pers.

Di Indonesia sendiri, kebebasan pers atau freedom of the press dijamin sebagai hak konstitusional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers Pasal 4 ayat 1 yang berbunyi, kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

Melalui konferensi itu, Menkominfo menyatakan arti penting keterlibatan Indonesia dalam forum yang dihadiri oleh berbagai negara.

“Agenda ini penting, terutama untuk mengetahui seputar dinamika insan pers dalam tataran global,” tegasnya.

Baca Juga:  HNW Apresiasi Spanyol Atas Pengakuan Negara Palestina

Menurut Menteri Kominfo, dalam konferensi tersebut, disepakati dukungan terhadap sejumlah program-program pemberdayaan pekerja media. Mulai dari pengembangan  kemampuan jurnalisme investigatif, dukung organisasi-organisasi multilateral guna berbagi dan mengimplementasikan mekanisme praktik terbaik, untuk mendukung dan memperjuangkan para jurnalis.

“Semoga melalui Media Freedom Conference, eksistensi media semakin positif dan terus memberikan kontribusi nyata bagi dunia,” tambahnya. (R/R10/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)