Ramallah, MINA – Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina, hari ini, Kamis, (23/2) mengecam reaksi internasional yang lemah dan mencerminkan standar ganda (kemunafikan) terhadap pembantaian Nablus yang dilakukan oleh pendudukan Israel, mengakibatkan syahidnya 11 warga Palestina, termasuk seorang anak, dan lebih dari 102 orang cedera.
“Reaksi internasional lemah dan tidak mengatakan sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Kementerian dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Wafa.
“Israel bertanggung jawab penuh dan langsung atas kejahatan ini dan kejahatan lainnya, dampaknya di kawasan, dan risiko mereka dalam memicu ketegangan yang mengancam akan meledakkan seluruh wilayah,” tambah Kementerian Luar Negeri.
Terpilihnya Benyamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri pada pemilu akir tahun lalu, dengan koalisinya bersama partai sayap kanan, justru semakin memperbesar eskalasi perlawanan akibat kebijakan ekstrim yang dinilai semakin menyengsarakan warga Palestina. (T/B03/P2)
Baca Juga: Warga Gaza Shalat Idul Fitri di Reruntuhan Masjid
Mi’raj News Agency (MINA)