DIKAWAL TANK MILITER MESIR, RELAWAN MER-C TIBA DI JALUR GAZA

Sebanyak 15 relawan  Indonesia yang tergabung dalam Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tiba di Jalur Gaza pada Senin (30/6). Foto: MINA
Sebanyak 15 relawan Indonesia yang tergabung dalam Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tiba di Jalur Gaza pada Senin (30/6). Foto: MINA

Gaza, 3 Ramadhan 1435/1 Juli 2014 (MINA) – Sebanyak 15 relawan Indonesia yang tergabung dalam Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tiba di Jalur Gaza, Palestina melalui perbatasan Rafah, Senin (30/6) siang waktu Gaza.

Setelah sempat tertahan di kota Al-Arish Mesir, kelimabelas relawan tersebut akhirnya diizinkan masuk ke Gaza, koresponden MINA di Gaza melaporkan.

Sehari sebelumnya para relawan sempat tertahan di beberapa pos pemeriksaan dan diperiksa selama beberapa jam, sehingga kedatangan mereka ke perbatasan terlambat dan pelayanan pintu Rafah telah tertutup.

Militer mesir mengawal para relawan dengan kendaraan lapis baja sejak memasuki Al-Arish hingga ke perbtasan Rafah. Menurut para relawan pengawalan ini dikarenakan  para tentara khawatir keselamatan para relawan ketika melintasi daerah Sinai, menyusul laporan beberapa hari sebelumnya di mana empat orang warga Mesir tewas dirampok oleh pria bersenjata.

“Beberapa hari sebelumnya ada empat orang yang dirampok gerombolan pengacau di daerah antara Al- Arish dan Rafah, jadi militer khawatir akan keselamatan para relawan sehingga kami dikawal tentara Mesir dengan tank baja hingga di depan pintu Rafah” Ujar Abdul Aziz, salah satu relawan asal Jambi.

Sementara relawan lain, Karidi asal Wonogiri Jawa Tengah, menyatakan sehari sebelumnya (29/6) para relawan sudah tiba di pintu Rafah dan bersiap untuk masuk namun pelayanan pintu Rafah ternyata sudah tutup.

“Kami tiba di perbatasan sekitar jam 3 sore, namun perbatasan terlihat kosong dan tidak ada petugas, kami lihat juga orang-orang yang akan masuk selain kami, kembali lagi menuju Mesir,” Ujar relawan yang pernah bertugas selama satu tahun lebih di Gaza tersebut.

Muhamad Gulam Romdony, seorang relawan asal Tanjung Priuk menyatakan kebahagiaannya tiba di Jalur Gaza untuk membantu rakyat Gaza.

“Alhamdulillah saya akhirnya tiba di Jalur Gaza, senang bisa bertemu dengan saudara-saudara kami disini dan membantu mereka,” ujar relawan yang menunda pernikahannya karena menunaikan amanah di Gaza tersebut.

Kendati suasana di jalur Gaza cukup panas dalam dua  minggu terakhir  menyusul eskalasi serangan Israel  yang meningkat, namun tidak menyurutkan niat para relawan ini untuk datang ke Gaza.

Kedatangan ke-15 relawan bertujuan untuk menyelesaikan proses pembangunan RS Indonesia yang mendekati tahap akhir, selain itu mereka juga akan membangun sebuah guest house yang nantinya akan diperuntukkan bagi para relawan Indonesia yang akan menunaikan tugasnya di Rumah Sakit Indonesia ketika beroperasional nanti. Para relawan juga akan beramal shaleh mengerjakan renovasi sebuah Masjid di lingkungan RS Indonesia.

Selain itu mereka juga akan bertugas mengawal pengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit senilai 65 milyar rupiah. Kebutuhan alat kesehatan ini cukup mendesak, mengingat target  mulai operasi RS Indonesia ini adalah akhir tahun 2014. MER-C masih terus menggalang dana bantuan dari rakyat Indonesia dengan mengadakan kampanye ke daerah-daerah untuk mengetuk hati para donatur yang ingin membantu rakyat Palestina.

Dukungan dan bantuan untuk pengadaan alat kesehatan RS Indonesia di Gaza Palestina dapat disalurkan melalui: BNI Syariah No. Rek. 08.111.929.73, BCA No. Rek. 686.0153.678, BRI No. Rek. 033.501.0007.60308, BSM No. Rek. 700.1352.061, BMI No. Rek. 301.00521.15, atas nama Medical Emergency Rescue Committee. (L/K01/P03)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

 

Comments: 0