Din: Ahok dan Pengacara Perlu Klarifikasi Tuduhan ke MUI

Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof. Dr. Din Syamsudin (Foto: Khudzaifah)

Jakarta, 4 Jumadil Awwal 1438/1 Februari 2017 (MINA) – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengatakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan tim kuasa hukumnya harus mengklarifikasi tuduhan-tuduhan terhadap Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin terutama soal terjadinya perbincangan lewat telepon dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Perlu mengklarifikasi soal Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin yang menerima telepon dari mantan Presiden SBY,” kata Din dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (2/1).

Menurutnya, tudingan terhadap Ma’ruf itu bernada sarkastik dan sangat menghina Ketua Umum MUI dan jajaran MUI di seluruh Tanah Air. Peradilan yang meminta kesaksian Ketua Umum MUI pada persidangan Ahok sebagai tersangka dugaan penistaan agama berjalan tidak manusiawi karena berlangsung sangat lama yaitu sekitar tujuh jam.

Lebih lanjut Din mengatakan, berbeda dengan perlakuan atas saksi-saksi lain yang hanya satu sampai dua jam. “Padahal KH Ma’ruf Amin sudah tua. Lagi pula pertanyaan-pertanyaan pengacara Ahok berbelit-belit dan menyinggung urusan pribadi,” kata Din.

Padahal, dikatakan Din, saksi hadir sebagai Ketua Umum MUI yang seharusnya difokuskan pada permintaan klarifikasi pendapat keagamaan MUI tentang penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, bukan pada persoalan yang tidak relevan.

Untuk itu Din mengharapkan Ahok dan tim kuasanya untuk minta maaf atas perlakuan kepada Ma’ruf Amin demi menghindari reaksi dari umat Islam yang cinta MUI. Ketum MUI juga merupakan bagian dari pemimpin tertinggi Nahdlatul Ulama yaitu sebagai Rois Am Syuriah NU. (T/R03/RS3)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)