DIN: SIKAP AS TERHADAP KONFLIK PALESTINA TERGANTUNG KANDIDAT PRESIDEN

Ketua MUI, Prof.Dr. H.M. Din Syamsuddin, MA. Photo By :Hadis/MINA
Ketua MUI, Prof.Dr. H.M. Din Syamsuddin, MA. Photo By :Hadis/MINA
Ketua MUI, Prof.Dr. H.M. Din Syamsuddin, MA. (Foto:Hadis/MINA)

Jakarta, 6 Rabiul Awal 1437/17 Desember 2015 (MINA) – Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Din Syamsuddin, mengatakan, pihaknya tetap memandang positif sikap Amerika Serikat (AS) dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel.

“Saya menaruh sikap baik sangka terhadap setiap inisiatif Amerika Serikat dalam menyelesaikan konflik di Palestina. Tapi ke depannya, sikap Washington itu akan sangat bergantung pada kandidat presiden yang nantinya memenangkan kursi Gedung Putih,” kata Din Syamsuddin saat menyampaikan kuliah bertajuk “Lecture on Civilisation, the Future of the Palestine State” di Kantor Centre for Dialogue and Cooperation Among Civilisations (CDCC) di Jakarta, Kamis (17/12).

“Saya percaya, tapi tidak untuk Donald Trump,” imbuh Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu yang langsung disambut tawa oleh para peserta forum.

Selain itu, Din juga mengaku sangat senang dan mengapresiasi sikap pemerintah Indonesia yang baru saja menyelenggarakan konferensi tentang Palestina.

“Kami senang dengan sikap pemerintah Indonesia yang baru saja menyelenggarakan konferensi tentang Palestina. Tapi kami tetap mengingatkan dan akan menagih janji Presiden Joko Widodo saat debat calon presiden yang menyatakan akan mendukung penuh realisasi kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

Pernyataan Din Syamsuddin muncul setelah otoritas Israel meningkatkan aksi kejahatannya terhadap warga Palestina, menyebabkan meletusnya Intifadhah Al-Quds yang diwarnai dengan berbagai bentrokan antara warga Palestina dengan pasukan penjajah Israel.

Sejak awal Oktober, bentrokan hampir setiap hari terjadi antara pasukan penjajah Israel dan warga sipil Palestina. Bentrokan itu mengakibatkan 117 warga Palestina meninggal, dan 21 warga Israel tewas, serta ribuan lainnya terluka. (L/P011/P010/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)