Diplomat Palestina: Tinggal Mesir Menjadi Harapan Palestina

Sekretaris Satu Kedutaan Palestina untuk Indoensia, Taher Hammad. (Foto: Rendy/MINA)
Sekretaris Satu Kedutaan Palestina untuk Indoensia, Taher Hammad. (Foto: Rendy/MINA)

Jakarta, 2 Jumadil Awwal 1437/ 10 Februari 2016 (MINA) – Sekertaris Satu Kedutaan Palestina untuk Indonesia, Taher Hammad mengatakan, Masjid Al-Aqsa masih dalam kondisi yang berbahaya.

“Tinggal Mesir menjadi harapan Palestina,”ujar Taher kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) saat ditemui di Kedutaan Palestina untuk Indonesia, Jakarta, Kamis (10/02).

“Negara-negara tetangga di sekitar Palestina sudah tidak ada yang memikirkan kondisi Palestina dan Masjid Al-Aqsha, karena sibuk dalam konflik dalam negeri masing-masing seperti Suriah, Lebanon,” ujar Taher.

Pekan lalu, sebuah survei terbaru yang diterbitkan oleh Universitas Yordania menyebutkan statistik mengejutkan, ternyata 60 persen pelajar di negara itu tidak tahu apa itu Masjid Al-Aqsha.

Survei dilakukan terhadap 6.000 pelajar di Yordania hanya menyajikan satu pertanyaan, “Apakah Anda tahu Masjid Al-Aqsa?”, hasilnya sekitar 60% menjawab “tidak tahu”.

Dewan Islam di Kota Al-Quds menyebutkan, jika benar survei itu, itu sungguh memalukan dan pukulan berat bagi umat Islam.

Namun, Pemerintah Mesir telah menetapkan kebijakan yang ketat terhadap gerbang perbatasan Rafah yang berbatasan dengan Jalur Gaza, Palestina. Termasuk taktik membanjiri terowongan-terowongan dengan air laut. (L/P007/P001)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)