Diprotes Palestina, Barcelona Batal Main di Yerusalem

Yerusalem, MINA – Pemilik klub sepak bola Beitar Yerusalem, Israel mengatakan pada Kamis (15/7) bahwa ia membatalkan pertandingan persahabatan dengan Barcelona.

Keputusan pembatalan laga tersebut dilakukan setelah muncul penolakan dari Palestina untuk menggelar laga di Yerusalem pada 4 Agustus nanti.

Yerusalem merupakan salah satu kota yang masih menjadi pusat konflik sejak Israel mencaplok wilayah itu dari Palestina. Hingga kini konflik dan klaim wilayah masih terjadi di wilayah itu.

Pemilik Beitar Yerusalem Moshe Hogeg, mengatakan dia terpaksa membatalkan pertandingan 4 Agustus yang direncanakan ‘dengan sangat sedih’ karena dia menolak untuk menyerah pada apa yang dia katakan sebagai tuntutan ‘politik’.

“Setelah saya menerima kontrak untuk menandatangani dan menemukan tuntutan tegas bahwa permainan tidak berlangsung di ibu kota Yerusalem, dan beberapa tuntutan lain yang tidak saya sukai, saya tidur dengan hati yang berat, banyak berpikir dan memutuskan itu. di atas segalanya, saya adalah seorang Yahudi dan Israel yang bangga,” tulis Hogeg di Facebook dilansir AP. “Saya tidak bisa mengkhianati Yerusalem.”

Awal Juli ini, Asosiasi Sepak Bola Palestina mengirim surat protes ke Barcelona atas rencana pertandingan di Yerusalem.

Beitar Yerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola Israel yang tidak pernah merekrut pemain Arab, dan penggemar fanatiknya memiliki sejarah rasisme.

Hogeg, yang membeli tim pada tahun 2018, telah bersumpah untuk memerangi rasisme dan mengabaikan gerakan anti-Arab di sekitar klub.

Sami Abou Shehadeh, seorang Arab anggota parlemen dari Partai Balad di Parlemen Israel, juga telah mengajukan petisi kepada Barcelona untuk membatalkan pertandingan, dengan mengatakan Beitar “mewakili segmen paling ekstremis, rasis dan fasis dari masyarakat Israel.”

Klub-klub sepak bola Palestina juga telah menyurati Barcelona untuk tidak bermain di Yerusalem.

Presiden Barcelona Joan Laporta disebut sudah membenarkan pembatalan laga uji coba pra musim itu.

Hal ini bukan pertama kali terjadi. Argentina membatalkan pertandingan pemanasan Piala Dunia dengan Israel pada 2018 menyusul protes pro-Palestina. Saat itu, beberapa pejabat Israel menuding Lionel Messi cs takut pada ancaman dari teroris. (T/R2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)