Direktur Urais: Ada Lima Perkara Penghapus Pahala Puasa

Jakarta, 4 Ramadhan 1437/10 Juni, 2016 (MINA) – Direktur Urusan Agama Islam (Urais) Kementerian Agama RI, Drs HM Thamrin berkesempatan mengisi acara Siraman Rohani Singkat Menjelang Tarawih Ramadhan 1437H di Masjid Istiqlal Jakarta, Jum’at (10/6) malam.

Dalam ceramahnya di depan jamaah tarawih ia mengtakan bahwa ada lima perkara yang dapat menghapus pahala puasa. “Pertama adalah berbohong, jika berbohong puasa tidak ada nilainya,” ujarnya. demikian Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkannya.

Ia menjelaskan namun ada tiga perkara yang dihalalkan untuk berbohong diantaranya dalam mendamaikan antara satu dengan yang lain, berbohong bertujuan untuk memuji antara suami dan istri serta berbohong ketika berperang untuk menyelamatkan seseorang.

“Lalu yang kedua adalah meng-ghibah, misalnya berkata tentang badan seseorang yang kurus, bicara tentang keadaan rumahnya dan dia merasa sakit hati. Itu menghibah, menghapus pahala puasa, yang ketiga adalah bersumpah palsu, yang keempat namimah (membuat orang lain saling bermusuhan),” katanya.

Dan yang terakhir ia mengatakan memandang lawan jenis dengan nafsu juga termasuk menghapus nilai puasa. “Mohon dalam keadaan puasa tidaklah laki-laki memandang perempuan dan perempuan memandang laki-laki dengan syahwat itu membatalkan puasa,” jelasnya.

Selain itu juga ia mengharapkan agar umat Islam di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini untuk selalu mengingat jasa-jasa kedua orang tua. Ia mengatakan betapa susah payahnya ibu mengandung dan orang tua mengurus kita, untuk itu kita dituntut untuk selalu berbakti.

“Ridha Allah tergantung pada ridho orang tua dan murka alloh tergantung pada murka orang tua,” tutupnya. (L/Eka Setia Rini/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)