Doni Monardo Temukan Ratusan Gurandil di Kawasan Taman Nasional Halimun

Bogor, MINA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menemukan ratusan gurandil atau tenda tambang emas ilegal yang menjamur di wilayah konservasi hulu Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

“Harus kita katakan apa adanya bahwa di bagian hulu Taman Nasional Halimun, ada ratusan bangunan tenda biru milik gurandil atau istilah pondok-pondok pertambangan emas ilegal,” kata Doni Monardo dalam peninjauannya, Sabtu (18/1).

Doni mensinyalir bahwa menjamurnya tambang ilegal tersebut menjadi salah satu pemicu kerusakan lingkungan, dan menyebabkan bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor dan Lebak.

“Selain itu, penggunaan bahan kimia jenis merkuri dalam aktivitas penambangan tersebut juga mencemari lingkungan dan dapat menimbulkan ancaman kesehatan bagi masyarakat,” kata mantan Danjen Kopassus itu.

Kepada awak media usai meninjau lokasi, Donia menegaskan bahwa hal yang sudah terlanjur muncul ke permukaan dan menjadi bencana itu merupakan masalah permanen. Oleh sebab itu, kata dia, solusi yang diambil juga harus permanen.

Usai melakukan pemantauan udara selama kurang lebih dua jam dengan helikopter dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jenderal TNI bintang tiga itu mengatakan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah penindakan hukum dan himbauan larangan penambangan kepada masyarakat.

“Dalam hal ini BNPB akan memfasilitasi pembentukan satgas gabungan khusus yang terdiri dari personel kementerian/lembaga dan unsur TNI serta Polri, yang menjadi satu kesatuan ‘stakeholder’ penanggulangan bencana,” katanya.

Ia melanjutkan, solusi yang berikutnya adalah dengan memperhatikan aspek sosial dan ekonomi para warga yang menjadi penambang dengan meningkatkan mata pencahariannya.

“Saya tidak mau masyarakat menjadi kehilangan pekerjaan karena penutupan tambang sehingga akan memunculkan masalah baru di kemudian hari. Ini harus betul-betul diperhatikan antara nasib para gurandil dan keberlangsungan ekosistem di Taman Nasional Halimun Salak,” ujarnya.

“Kita harus cari solusi yang tentunya tidak menimbulkan masalah sosial, contohnya masyarakat kehilangan pekerjaan,” katanya menambahkan.

Ia mengungkapkan, sebagaimana arahan Presiden Jokowi bahwa solusi yang harus segera dilakukan adalah melakukan penanaman hutan kembali dengan jenis tumbuhan dan vegetasi yang mampu memperkuat tanah serta dapat mencegah terjadinya longsor.

“Adapun jenis tanaman tersebut adalah jenis rumput vetiver yang dikombinasikan dengan beberapa jenis tanaman keras yang memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menyumbang perekonomian masyarakat,” demikian Doni Monardo. (T/R2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)