Dr Ahmed Abdul Malik: Al-Jamaah Kenikmatan Bagi Umat Islam

Bogor, 20 Sya’ban 1437/28 Mei 2016 (MINA) – Dosen International Islamic University Malaysia (IIUM), Dr. Ahmed Abdul Malik mengatakan bahwa Al-Jamaah sebagai wadah kesatuan kaum Muslimin adalah satu di antara banyak kenikmatan yang Allah turunkan untuk umat Islam.

“Al-Jamaah adalah salah satu dari sekian kenikmatan yang Allah berikan kepada kaum Muslimin yang sudah tertera di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Kita sebagai umat Islam tidak mempunyai pilihan kecuali untuk mengamalkannya,” kata Abdul Malik yang juga Ulama Muda Nigeria, Afrika, saat mengisi kuliah shubuh dengan tema “Memahami Jama’ah Muslimin (Hizbullah) di tengah Kancah umat Islam” di Masjid At-Taqwa Kompleks Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/5).

Abdul Malik mengatakan bahwa, selain sebagai sebuah kenikmatan, nikmat Al-Jamaah adalah salah satu perintah Allah. Seorang yang memilih-milih perintah Allah, maka ia belum bisa dikatakan sebagai seorang yang mukmin, paparnya dalam tausiyah shubuh yang merupakan rangkaian dari Tabligh Akbar Jama’ah Muslimin (Hizbullah) bertema “Membangun Kesatuan Umat yang rahmatan lil ‘alamin menghadapi problemaitka dunia Islam dan Pembebasan Al-Aqsha pada 28-29 Mei.

Dikatakan Abdul Malik bahwa permasalahan umat Islam tidak hanya satu. Salah satu cara untuk memecahkan setiap permasalahan kaum Muslimin adalah dengan cara bersatu. Al-Jamaah adalah sebagai jalan keluar setiap permasalahan kaum Muslimin.

“Hidup di tengah Al-Jamaah, tidaklah mengedepankan sifat taashub (bangga dengan golongannya sendiri). Al-Jamaah adalah perintah Allah dan Rasul-Nya. Dengan Al-Jamaah, seluruh persoalan kaum Muslimin akan bisa diselesaikan,” ujarnya seraya mengutip sebuah hadits.

Di dunia Islam, banyak organisasi telah berdiri. Namun, ia menegaskan, hanya Al-Jamaah satu-satunya wadah kaum Muslimin yang memiliki orientasi luas, memiliki cakupan yang luas. Tidak untuk ukuran lokal, tetapi untuk seluruh dunia Islam.

“Al-Jamaah, sebuah wadah persatuan kaum Muslimin yang di dalamnya sudah mencakup kepemimpinan umat Islam. Al-Jamaah bukanlah wadah kaum Muslimin yang tertutup, tetapi Al-Jamaah adalah wadah kesatuan yang terbuka,” imbuhnya.

Ia mengatakan bahwa Al-Jamaah memiliki potensi untuk tersebar ke seluruh dunia. Menurutnya, hal itu tidak akan terwujud apabila kaum Muslimin tidak memiliki ilmu. Karena dengan ilmu, umat Islam akan memahami sejauh mana pentingnya makna Al-Jamaah.

“Dengan ilmu dan kesabaran, kita akan berjaya, kita akan sukses,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, ia berharap, dakwah Al-Jamaah akan bisa tersebar ke seluruh dunia Islam. Itu bisa terwujud apabila kaum Muslimin yang telah memahami Al-Jamaah bisa secara terbuka untuk menyebarkannya kepada umat Islam yang lain.

Insya Allah, dakwah Al-Jamaah akan tersebar ke seluruh dunia dengan dakwah kita. Untuk itu, umat Islam harus berdakwah. Tugas dakwah adalah tugas seluruh kaum Muslimin, khususnya kaum Muslimin yang sudah berbaeat. Dakwah tidak hanya untuk kalangan kyai, habaib,” pungkasnya.

Rangkaian Tabligh Akbar

Menurut panitia acara, rangkaian kegiatan Tabligh Akbar akhir Sya’ban adalah: Konferensi Internasional  Media Islam (25-26 Mei), Bazar Muslim Pasar Ukaz (27-29 Mei), Ekspo Al-Aqsha (27-29 Mei), Musabaqah Al-Quran dan Beladiri (28 Mei), dan puncaknya adalah Tabligh Akbar (Ahad, 29 Mei 2016).

Panitia menjadwalkan para pembicara pada Tabligh Akbar antara lain: Prof. Dr. Ahmad Syafi’i Mufid, MA, Prof. Dr. Ach. Ariffien Bratawinata, M.Agr, Syaikh Watteau Ibrahim (Ulama Filipina), Dr. Abdullah Abu Bakar (Ulama Pattani, Thailand), Habib Hussein Al-Atas,MA (Pengasuh Radio Silaturahim), KH Abul Hidayat Saerodjie (Pembina Pesantren Al-Fatah), Dr. Rais Abdullah,MA (Unmul Samarinda), Makmun,M.Ag. (Kandidat Doktor Universitas Bakhtur Ridha) dan Imaamul Muslimian Yakhsyalkah Mansur.

Panitia Tabligh Akbar di Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Telp. 021-82498933. (L/P011/K08/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)