Jakarta, MINA – Pakar kesehatan masyarakat dari African Global Health Dr Imane Kendili mengatakan pemanfaatan tembakau/">produk tembakau alternatif untuk diterapkan oleh perokok dewasa dapat mengurangi risiko penyakit akibat merokok.
“Pengurangan risiko adalah, karena membuat pilihan dan menerapkan praktik-praktik yang meminimalkan risiko. Dalam kasus merokok, hal ini berarti memberikan pilihan yang realitis bagi individu yang tidak mampu beralih merokok sepenuhnya,” kata Imane melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (2/7).
Selain memberikan alternatif dan edukasi, Dr Imane juga menekankan pentingnya regulasi yang mendukung upaya pengurangan risiko.
Hal ini termasuk membuat kebijakan yang memfasilitasi ketersediaan dan keterjangkauan tembakau/">produk tembakau alternatif, serta menerapkan langkah-langkah untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan keamanan produk.
Baca Juga: Ruqyah, Kunci Kesehatan Jiwa dan Kedamaian Hati
“Pemerintah dan organisasi kesehatan harus bekerja sama untuk mencapai keseimbangan antara regulasi dan aksesibilitas, memastikan bahwa tembakau alternatif tersedia secara luas bagi perokok dewasa yang membutuhkannya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut juga pernah diungkapkan oleh Imane dalam kongres Collegium International Neuro-Psychopharmacologicum (CINP) 2024 di Jepang akhir Mei lalu.
Praktisi Kesehatan, dr. Felya Sandra Pramita Effendi, menjelaskan penerapan pengurangan risiko pada tembakau/">produk tembakau alternatif mereduksi paparan zat-zat berbahaya, sehingga mengurangi dampak terhadap kesehatan.
Untuk mendorong terjadinya peralihan, dr. Felya menekankan pentingnya edukasi dan kesadaran seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung konsep pengurangan risiko melalui optimalisasi tembakau alternatif.
Baca Juga: Bahaya Bullying, Tinjauan Ilmiah dan Perspektif Islam
Dengan demikian, risiko penyakit dapat ditekan sekaligus membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok.
Lebih lanjut, dr. Felya juga berharap agar tembakau/">produk tembakau alternatif tidak disamakan dengan rokok lantaran memiliki profil risiko yang lebih rendah.
Ia mencontohkan keberhasilan negara maju seperti Jepang, yang pemerintahnya turut memaksimalkan tembakau/">produk tembakau alternatif untuk menurunkan prevalensi merokok.
“Hasil penelitian Public Health England (sekarang UK Health Security Agency) pun menyatakan presentase risiko tembakau/">produk tembakau alternatif lebih rendah dibandingkan rokok,” kata dr. Felya.
Baca Juga: Manfaat Susu bagi Kesehatan
Meski begitu, dirinya menegaskan, tembakau/">produk tembakau alternatif tidak diperuntukkan bagi orang yang tidak merokok.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Indonesia Lakukan Operasi Jantung Robotik untuk Pertama Kalinya