Drone Israel Pemburu Warga Palestina akan Dipamerkan di Singapura

Singapura, MINA – Negara tetangga Singapura akan menggelar helatan bergengsi Singapore Air Show pada Selasa-Ahad (20-25/2) ini.

Pabrikan pesawat tanpa awak Elbit Systems Israel akan mengumumkan debut Sistem Udara Tak Berawak (UAS) terbarunya dalam acara itu.

Dilansir situs resmi perusahaan itu, Elbit Systems akan memperkenalkan UAS taktis barunya yang memiliki arsitektur digital generasi berikutnya, kemampuan multi-misi, keserbagunaan, dan kemampuan bertahan lebih lama di Singapore Air Show 2024, dikutip dari Middle East Monitor.

Diantara yang dipamerkan adalah Drone Skylark I-eVTOL dan Skylark 3/Hybrid UAS taktis serbaguna hingga UAS Hermes 900 dan Hermes 900 Starliner.

Drone-drone Israel adalah salah salah satu instrumen inti pasukan penjajahan Israel (IDF) dalam melakukan agresi militer ke Gaza sejak 7 Oktober lalu. Drone ini yang menunjukkan wilayah mana saja yang harus dibombardir.

Baca Juga:  Musim Panas Hidupkan Kembali Pantai-Pantai Gaza

Serangan-serangan udara yang tengah diselidiki sebagai upaya genosida terhadap warga Gaza itu sejauh ini telah membunuh sedikitnya 29 ribu warga Gaza, kebanyakan anak-anak dan perempuan.

Perusahaan pertahanan dan penerbangan Jepang, Itochu Aviation, 6 Februari lalu telah memutuskan untuk mengakhiri pakta kerja sama dengan Elbit Systems.

Keputusan itu diambil Itochu Aviation sebagai respons atas keputusan sela Mahkamah Internasional (ICJ) dalam kasus dugaan genosida Israel di Jalur Gaza bulan lalu.

“Saat ini kami telah menangguhkan segala kegiatan baru yang terkait dengan nota kesepahaman dan berencana untuk mengakhiri nota kesepahaman tersebut pada akhir Februari,” kata CEO Itochu Aviation, Hachimura Tsuyoshi, saat mengumumkan penghentian kerja sama dengan Elbit Systems.

TNI Angkatan Udara (AU) juga dijadwalkan berpartisipasi dalam Singapore Air Show 2024. Tim Jupiter dijadwalkan akan mempertunjukkan aksi udara mereka pada acara itu seperti dilansir situs resmi acara tersebut.

Baca Juga:  PBB: Serangan Bom Israel di Gaza Ciptakan 39 Juta Ton Puing

Sementara dii Singapura, muncul seruan untuk memboikot acara tersebut. The Strait Times melansir, kepolisian setempat telah mengingatkan masyarakat bahwa peristiwa yang berkaitan dengan serangan Israel ke Palestina, terlepas dari pihak mana yang didukungnya, tidak akan diizinkan menyusul seruan online untuk melakukan unjuk rasa di Singapore Botanic Gardens akhir pekan ini.

Menanggapi pertanyaan media pada tanggal 15 Februari, mereka mengatakan bahwa mereka mengetahui adanya seruan di media sosial untuk berkumpul di Singapore Botanic Gardens untuk melakukan pawai yang disebut “Walk-Out Singapore”, untuk menunjukkan pandangan terkait konflik yang telah berlangsung selama empat bulan tersebut.

“Izin Polisi diperlukan untuk kegiatan seperti itu,” kata polisi dalam pernyataan mereka. “Mengorganisir atau berpartisipasi dalam pertemuan atau prosesi publik tanpa seorang pun merupakan pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Ketertiban Umum.”

Baca Juga:  Netanyahu Kritik Biden Karena Tunda Pengiriman Senjata

Mereka menegaskan kembali pendirian mereka dari pernyataan tanggal 13 Februari yang menyatakan bahwa mengingat meningkatnya ketegangan seputar konflik tersebut, ada kekhawatiran keselamatan dan keamanan publik dalam pertemuan dan prosesi yang diselenggarakan sehubungan dengan perang tersebut.

“Hal ini dapat menimbulkan ketegangan dan ketidakharmonisan dalam masyarakat kita, karena berbagai komunitas di Singapura memiliki pandangan berbeda mengenai masalah ini,” kata polisi. Mereka juga mengatakan bahwa mereka telah menghubungi penyelenggara pertemuan Botanic Gardens dan memberitahukan sikap mereka terhadap acara tersebut.

Singapura dan Israel menjalin hubungan diplomatis sejak 1969. Kedua negara kemudian melakukan kerjasama militer yang terbilang erat.

Industri senjata Israel dan Singapura seperti Israel Aerospace Industries dan ST Engineering terlibat dalam pengembangan bersama dan perdagangan militer tingkat tinggi antara kedua negara. (T/R4/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

 

Wartawan: kurnia

Editor: Ismet Rauf