Dua Mahasiswa Palestina Juara Kompetisi Akademi Inovasi Arab

Doha, MINA – Dua mahasiswa Palestina yang bergabung dalam peserta tim start up ‘Salamat-e’ meraih juara dalam kompetisi Akademi Inovasi Arab (Arab Innovation Academy – AIA) 2019 yang digelar di Doha, ibukota Qatar, Rabu (15/1) lalu.

Bashar Shawar dari Fakultas Teknologi Informasi dan Teknik Komputer Universitas Politeknik Palestina dan Yafa Abdel Rahim dari Sekolah Bisnis Universitas Birzeit Palestina, bersama tiga anggota tim perwakilan dari Maroko, Rusia, dan Sudan berhasil mengembangkan aplikasi seluler yang berfungsi sebagai ‘paspor kesehatan’.

Tim berhasil mengembangkan aplikasi mobile ‘Salamat-e’, memberi wisatawan informasi tentang penyakit, tindakan pencegahan, dan vaksinasi yang relevan sebelum bepergian, demikian GulfTimes melaporkan yang dikutip MINA.

Aplikasi ini mencakup alat kesehatan lain seperti “Peta Klinik,” yang menghubungkan ke GPS dan melacak status kesehatan wisatawan.

Bergantung pada negara tempat wisatawan, aplikasi dapat meningkatkan kesadaran tentang penyakit tertentu.

Kompetisi AIA untuk kali kedua ini digelar atas kerjasama antara Taman Sains & Teknologi Qatar dan Akademi Inovasi Eropa (EIA).

Kompetisi inovasi teknologi tersebut dipilih dari 30 lebih proyek dari 165 mahasiswa perwakilan 30 negara.

AIA adalah program kewirausahaan pertama dan terbesar di kawasan Arab, yang bertujuan untuk memberikan para pengusaha di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) serta komunitas global, keterampilan untuk membangun perusahaan rintisan (startup) mereka hanya dalam 10 hari.

Program dan kompetisi itu dimulai pada 2 Januari 2019, menyatukan kolaborator teknologi terkenal di dunia. Kompetisi kali ini juga menyaksikan partisipasi yang lebih besar dari kalangan perempuan Arab

Selain itu, penghargaan kedua terbaik diraih tim Fly Stories dari Qatar, yang menciptakan platform yang memberikan anak-anak pengalaman membaca interaktif, dan penulis dengan wadah untuk mempublikasikan karya-karya mereka.

Sementara tim EyeTalk & WheelsOnClick meraih juara ketiga. EyeTalk menyajikan konsep sistem perangkat lunak-perangkat keras yang dapat membantu orang-orang cacat berkomunikasi hanya dengan menggunakan mata mereka, yakni dengan berkedip.(T/awj/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)