Dua Muslim Kashmir Tewas dalam Protes Idul Adha

Srinagar, 12 Dzulhijjah 1437/14 September 2016 (MINA) – Usai pelaksanaan salat Idul Adha pada Selasa (13/9), dua pengunjuk rasa pro-kemerdekaan tewas dan puluhan terluka saat bentrok dengan pasukan keamanan di Kashmir yang dikuasai India.

Dua kematian itu membuat jumlah korban tewas selama dua bulan lebih bentrokan total 82 orang, dua di antaranya polisi.

Polisi Kashmir yng tak disebut namanya mengatakan kepada kantor berita Associated Press, salah satu pengunjuk rasa tewas setelah kepalanya dihantam cangkang gas air mata di distrik utara Bandipora.

Sementara pengunjuk rasa lainnya terbunuh oleh amunisi yang ditembakkan dari senapan di Shopian, selatan Kashmir.

Setidaknya 60 orang terluka dalam bentrokan di 10 tempat yang berbeda di wilayah sengketa itu, yang masih berada di bawah penerapan jam malam.

Kebanyakan warga memilih tinggal di dalam rumah selama perayaan hari raya Idul Adha yang jatuh pada hari Selasa, tidak seperti kebanyakan di negara Muslim lainnya yang jatuh pada hari Senin.

Sementara di Srinagar, ibukota negara bagian Jammu dan Kashmir yang dikuasai India, pasar yang baisanya ramai terlihat sepi, demikian Al Jazeera memberitakan yang dikutip MINA.

Pihak berwenang tidak mengizinkan salat Idul Adha berjamaah di masjid-masjid utama Kashmir atau di wilayah berbasis mayoritas Muslim. Salat hanya dibolehkan diadakan di masjid-masjid di lingkungan yang warga muslimnya sedikit.

Penerapan jam malam telah menggagalkan rencana aksi pawai massa yang direncanakan oleh para pemimpin pro-kemerdekaan Kashmir.

Ribuan rakyat Kashmir telah memprotes kekuasaan India di wilayah lembah sengketa itu hampir setiap hari sejak pembunuhan seorang pemimpin perjuangan populer oleh tentara India pada tanggal 8 Juli.

Kashmir telah terbagi antara India dan Pakistan sejak kemerdekaan kedua negara diperoleh dari pemerintahan Inggris pada tahun 1947. Keduanya mengklaim wilayah itu secara penuh.

India telah menempatkan 500.000 tentaranya untuk memerangi kelompok-kelompok Muslim bersenjata yang bermunculan seiring tindak kekerasan yang diterapkan militer India.

Puluhan ribu orang yang kebanyakan warga sipil Muslim, tewas dalam perseteruan panjang antara rakyat Kashmir dengan pemerintah India. (T/P001/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)