Dua Pemuda Palestina Meninggal Saat Lakukan Perlawanan

Tepi Barat, MINA – Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan dua pemuda Palestina Muhammad Hisham Muhammad Abu Kishk (22 tahun) dan Muhammad Ahmed Hassan Herzallah (30 tahun) meninggal dunia akibat luka serius.

“Dua pemuda Palestina tersebut meninggal dunia karena melakukan perlawanan terhadap pasukan Israel di Nablus wilayah utara Tepi Barat, ia mengalami luka serius, jumlah warga Palestina yang meninggal di kota Nablus menjadi tiga orang,” demikian Kemenkes Palestina, demikian Palinfo melaporkan, Kamis (24/11).

Muhammad Hisham Muhammad Abu Kishk (22 tahun) mengalami luka serius setelah ditembak dibagian perutnya oleh pendudukan Israel saat melakukan penyerangan di Nablus.

Selanjutnya, Muhammad Ahmed Hassan Herzallah (30 tahun), dari Nablus, meninggal dunia akibat luka tembak saat pembunuhan Abd al-Rahman Subh dan Muhammad al-Azizi, pada 24 Juli lalu di Nablus.

Kelompok “Arin Usud” mengucapkan turut belasungkawa atas meninggalnya kedua pemuda tersebut, dan mengatakan Herzallah, “Hari ini, kehilangan orang pertama yang mengorbankan darahnya, seorang pejuang Muhammad Herzallah Abu Hamdi, dan dialah pejuang yang sangat gagah memenuhi panggilan Allah dan menjawab panggilan Abu Saleh ketika dia mengatakan, marilah menuju jihad, dan dia adalah orang pertama yang menjawab panggilan untuk membela dua singa Arin Usud, Azizi dan Subh.”

Arin Usud menyerukan rakyat Palestina dan semua pejuang dan faksi untuk berpartisipasi dalam pemakaman jenazah keduanya hari ini dengan pemakaman yang layak bagi mereka.

Sementara itu, gerakan perlawanan Palestina Hamas mengungkapkan belasungkawa atas meninggalnya dua pemuda Palestina tersebut. Hamas menekankan, darah para syuhada akan memperkuat tekad kaum revolusioner sampai pendudukan Zionis Israel hengkang dari tanah Palesina dan tempat-tempat sucinya.

Pasukan Israel sebelumnya telah menyerbu kota Nablus untuk mengamankan penyerbuan Makam Yusuf oleh para para pemukim pendatang Yahudi, ditengah bentrokan sengit dengan para pejuang perlawanan, dimana pasukan pendudukan membunuh anak Ahmed Amjad Shehadeh (16 tahun), dan melukai 4 warga Palestina. (T/R4/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)