Dua Tahanan Palestina Meninggal di Penjara Israel dalam Tiga Hari Terakhir

Ramallah, MINA – Layanan Penjara Israel, Jumat (8/2), mengumumkan kematian seorang tahanan Palestina berusia 36 tahun, Yasser Hamid Ishtea.

Ishtea menjadi tahanan Palestina kedua yang mati di penjara Israel dalam tiga hari terakhir.

Menurut Saluran 7 Israel, Ishtea – yang menjalani hukuman penjara seumur hidup – ditemukan meninggal dalam keadaan “misterius” di dalam selnya di Penjara Eshel, tepat di dekat Be’er Sheba di selatan wilayah Palestina yang diduduki Israel itu.

Layanan Penjara Israel telah membuka penyelidikan tentang penyebab kematiannya, demikian MEMO melaporkan.

Ishtea berasal dari desa Tel, barat daya Nablus di Tepi Barat yang diduduki, dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 2009 karena dituduh membunuh seorang pemukim Israel.

Ishtea adalah tahanan Palestina kedua yang meninggal di penjara Israel dalam tiga hari terakhir.

Pada hari Rabu (6/2), Layanan Penjara Israel mengumumkan kematian Faris Baroud (51) asal Jalur Gaza yang terblokade.

Komite Tahanan Palestina – yang berafiliasi dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) – mengatakan bahwa Baroud meninggal karena kelalaian perawatan medis Israel, menambahkan bahwa ia menderita beberapa penyakit serius sebelum kematiannya.

Keponakan Baroud mengatakan kepada Kantor Berita Palestina Safa, pamannya telah memanggilnya tiga hari sebelum kematiannya dan mengatakan kepadanya bahwa semua obat yang dimilikinya adalah hanya obat penghilang rasa sakit.

Menurut sebuah laporan tahunan yang diterbitkan baru-baru ini yang dirilis Hamas, sebanyak 750 tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel menderita sakit, termasuk sekitar 200 tahanan menderita penyakit serius.

Sebanyak 34 di antaranya didiagnosis menderita kanker serta 70 di antaranya menderita cacat fisik dan psikologis.

Laporan itu menambahkan, banyak tahanan yang sakit berada dalam kondisi kesehatan yang kritis dan membutuhkan operasi penyelamatan jiwa dan perawatan medis.

Laporan mencatat, Layanan Penjara Israel dengan sengaja menolak para tahanan Palestina untuk mendapatkan perawatan medis.(T/R01/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)