Dua Wanita Muslim Terpilih Sebagai Anggota Kongres AS

Washington, MINA – Dua wanita muslim, Rashida Tlaib dari Michigan dan Ilhan Omar dari Minnesota, membuat sejarah pada pemilihan umum (mid-term) hari Selasa (6/11), dengan  terpilih menjadi anggota Kongres (Dewan Perwakilan Rakyat) Amerika Serikat, di tengah maraknya sikap anti Islam di negara itu.

Tlaib memenangkan kursi kongres untuk distrik 13 Michigan setelah mantan perwakilan sebelumnya, John Conyers tiba-tiba mengundurkan diri setelah tuduhan pelecehan seksual dan meninggalkan kursi kosong, demikian Anadolu Agency melaporkan.

Ia adalah Muslim Palestina-Amerika dari Partai Demokrat yang sebelumnya menjabat selama enam tahun di badan legislatif negara bagian.

Tanpa lawan dari Partai Republik, Tlaib mengalahkan Etta Wilcoxon dari Partai Hijau dan Sam Johnson dari Partai Buruh.

“Mengapa saya mencalonkan diri? Karena ini adalah tentang memilih juri untuk mendakwa @POTUS,” kata Tlaib dalam sebuah tweet yang ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump.

Tlaib berkampanye di platform yang mengadvokasi upah minimum $ 15, biaya kuliah umum gratis, dan mengakhiri kesejahteraan perusahaan. Tlaib juga telah menjadi advokat untuk hak-hak Palestina dan merupakan kritikus Trump yang blak-blakan.

“Selamat untuk saudaraku @RashidaTlaib atas kemenanganmu! Saya tidak sabar untuk melayani bersamamu, insya Allah,” Omar yang juga memenangkan pemilihannya, mengatakan di Twitter.

Omar sendiri memenangkan kursi kongres untuk distrik 5 Minnesota, sebelumnya dipegang oleh Rep. Keith Ellison, Muslim pria pertama yang duduk di Kongres.

Omar yang juga dari Partai Demokrat adalah seorang Somalia-Amerika yang datang ke AS sejak lebih dari dua dekade lalu sebagai pengungsi. Dia berkampanye di platform progresif dan memenangkan dukungan dari Partai Demokrat.

Dia berhasil mengalahkan kandidat Partai Republik Jennifer Zielinski dan menjadi wanita kongres pertama yang mengenakan jilbab.

Sebelumnya, 6 orang Muslim mencalonkan diri untuk jabatan politik di tingkat nasional, di antaranya Aga Khan, Omar Qudrat dan Mahmoud, tetapi gagal mencapai tujuan.(T/Ast/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)