Dubes Baru RI untuk AS, M Luthfi Serahkan Surat Kepercayaan Kepada Donald Trump

Dubes RI untuk Amerika Serikat M Luthfi bertemu Presiden Donald Trump. (Foto: Istimewa)

Washington, MINA – Muhammad Luthfi,  Duta Besar RI yang baru untuk Amerika Serikat, Kamis (18/9) menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Donald Trump, di Gedung Putih.

Pada kesempatan itu M. Lutfi menyampaikan salam hangat dari Presiden RI Joko Widodo dan rakyat Indonesia kepada Trump dan rakyat AS.

Dubes sebelumnya adalah Mahendra Siregar yang sejak Oktober tahun lalu menjadi Wakil Menteri Luar Negeri.

Duta Besar Lathfi antara lain pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan sekaligus mantan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Duta Besar RI untuk Jepang.

Lutfi yang resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai dubes pada Senin, 14 September 2020, mengatakan, dalam mengemban tugasnya sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia di AS memastikan, diplomasi ekonomi antar kedua negara akan diperkuat seiring era baru perdagangan internasional. Demikian keterangan tertlisnya yang diterima MINA, Sabtu (19/9).

Program prioritas adalah memastikan AS memperpanjang persetujuan fasilitas pembebasan tarif bea masuk (generalized system of preference/GSP) ke Indonesia dan memulai pembicaraan negosiasi terkait perjanjian dagang bebas terbatas atau limited trade deal dengan AS.

“Saya akan mendorong dan memastikan bahwa persetujuan GSP diperpanjang. Lalu, memulai pembicaraan negosiasi daripada limited trade deal, yaitu barang-barang di AS yang pajaknya kurang dari 5 persen bisa di-nol persenkan tanpa melalui kongres. Kita memulai negosiasi itu segera, itu prioritas,” ujar Lutfi.

Indonesia sendiri berada di urutan ketiga negara yang banyak memanfaatkan fasilitas GSP AS, yaitu sekitar 14,9 persen ekspor Indonesia ke AS memanfaatkan fasilitas tersebut. Saat ini, Indonesia tengah menunggu hasil tinjauan ulang yang dilakukan pemerintah AS melalui United States Representatives (USTR) terkait pemberian fasilitas GSP. (R/R7/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Comments are closed.