Dubes Chambard Harapkan Hubungan Prancis-Indonesia Meningkat

Duta Besar Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard.(Foto: Rana/MINA)

Jakarta, MINA – Duta Besar Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard mengharapkan hubungan bilateral kedua negara terus diperkuat dan ditingkatkan dengan mengoptimalisasi potensi kerja sama yang ada.

“Prancis dan Indonesia sudah menjalin hubungan persahabatan dan kerja sama sejak lama. Kedua negara memiliki aspirasi yang sama tentang tatanan dunia yang lebih adil, lebih transparan, lebih demokratis dan tentang sebuah sistem multilateral yang lebih solid,” kata kata Dubes Chambard dalam wawancara khusus dengan tim MINA di Jakarta, Rabu (18/11).

Dia menjelaskan, hubungan istimewa ini telah menjadi bagian dari kemitraan strategis sejak 2011. Kemitraan Strategis tersebut berfokus pada konsolidasi kerja sama bilateral di bidang politik dan keamanan, ekonomi, pembangunan, pendidikan dan kebudayaan, serta perluasan pertukaran antar-masyarakat sipil.

“Ini juga merupakan elemen penting pengembangan hubungan antara Prancis dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN),” ujarnya.

Pertukaran bilateral tersebut diadakan secara berkala, dalam kerangka berbagai pertemuan dan forum internasional yang diikuti oleh kedua negara sepeti PBB, G7, dan G20.

Pada tahun ini, lanjut Dubes Chambard, Prancis dan Indonesia merayakan ulang tahun ke-70 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Oleh karena itu tahun ini sangatlah berarti bagi kemitraan bilateral kedua negara.

“Prancis dan Indonesia percaya bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, pemberantasan terorisme, radikalisme, dan ekstremisme, serta perlucutan senjata dapat dilakukan secara efektif, melalui pendekatan multilateral,” imbuhnya.

Dubes Chambard mengatakan dalam konteks ini, kedua negara mengakui peran lebih besar yang dimainkan oleh PBB, demi memelihara perdamaian dan keamanan internasional, serta demi memajukan hak dan kebebasan fundamental.

“Mereka saling mendukung dalam pemilihan di berbagai organisasi internasional, misalnya Dewan Hak Asasi Manusia,” tambahnya.

Menurut Dubes Chambard, perubahan iklim merupakan bidang utama kerja sama antara kedua negara. Sejak Perjanjian Iklim Paris, Prancis menjalin dialog berkala dengan Indonesia, membahas tentang pengelolaan risiko alam, teknologi “hijau”, dan pertanian berkelanjutan, yang diwujudkan melalui seminar dan proyek-proyek penelitian bersama.

Prancis dan Indonesia adalah dua negara Indo-Pasifik. Seperti Indonesia yang berada di pertemuan strategis antara Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik, Prancis hadir di kedua samudera tersebut, dengan lima wilayah dan 1,5 juta warga. Prancis merupakan kekuatan maritim terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Tentang investasi Prancis di Indonesia, Dubes mengatakan, negaranya menduduki peringkat ke-19, dan untuk kalangan negara-negara Eropa berada di peringkat ke-5, setelah Belanda, Inggris, Swiss, dan Jerman.

Pada penyelenggaraan Indonesia infrastructure investment Forum (lIF) yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Paris dan Perhimpunan Pengusaha Prancis MEDEF International, Indonesia mengajukan 41 proyek infrastruktur besar kepada para investor Prancis yang nilainya mencapai 440 miliar USD di berbagai sektor, di antaranya sektor perhubungan, listrik, logistik dan pembangunan kota yang ramah lingkungan.

“Itulah sektor-sektor yang dapat dikembangkan di antara kedua negara kita, di mana keahlian Prancis tidak terbatas pada satu proyek. Bidang pelatihan akademik dan kejuruan dan juga alih teknologi sangatlah penting dalam hubungan kami dengan Indonesia,” kata Dubes Chambard.(L/R1/RE1/RA-1/R9)

 

Mi’raj News Agency (MINA)