Dubes Eko Hartono Jadi Wakil Tetap RI di OKI

Wakil Tetap Republik Indonesia Duta Besar Eko Hartono menyerahkan surat kepercayaan kepada Sekjen OKI Hissein Brahim Taha di Markas Pusat OKI di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (7/4/2022).(Foto: OIC-OCI)

Jeddah, MINA – Wakil Tetap Republik Indonesia (Watapri) Duta Besar Eko Hartono menyerahkan surat kepercayaan (Credential Letter) kepada Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja sama Islam (OKI), Hissein Brahim Taha di Markas Pusat OKI di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (7/4).

Sekjen Brahim Taha menyampaikan ucapan selamat atas penugasan baru Dubes Eko Hartono sebagai Watapri untuk OKI, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima MINA.

Ini adalah pertama kali Indonesia menempatkan Wakil Tetap di OKI yang berdiri tahun 1969 beranggotakan 57 negara.

Dubes Eko Hartono menyampaikan apresiasi atas penerimaan yang baik dari Sekjen OKI serta menekankan tekad Indonesia untuk terus memainkan peran aktif dan kontribusi terhadap berbagai isu serta inisiatif dalam kerangka OKI.

Keduanya membahas cara untuk memperkuat hubungan antara OKI dan pemerintah Indonesia.

Dubes Eko juga menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk mendukung pembangunan kembali Afghanistan melalui bantuan kemanusiaan serta berbagai program pembangunan kapasitas yang utamanya berfokus kepada anak-anak dan pemberdayaan perempuan.

Selain itu, dia juga menyampaikan keinginan pemerintah RI menindaklanjuti proposal Indonesia menjadi tuan rumah KTT Islam atau Islamic Summit Conference ke-16 (2025), sebagaimana telah dicatat dalam Final Communique saat KTT ke-14 tahun 2019 di Makkah Al-Mukarromah.

Sebagai tanggapan, Sekjen OKI menyambut baik berbagai bentuk dukungan Indonesia terhadap Afghanistan. Dia juga mendukung keinginan Pemerintah Indonesia untuk menjadi tuan rumah KTT Islam tersebut dan mendorong agar persiapan pencalonan dapat dikoordinasikan dengan departemen terkait di OKI.

Indonesia pertama kalinya memiliki Wakil Tetap untuk Organisasi Internasional yang berdiri pada 1969 ini dan beranggotakan 57 negara itu pada 6 April 2016.(R/R1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)