Dubes Israel Untuk Turki Pertama Sejak 2010 Mulai Bekerja

Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan (kanan) menjabat tangan Duta Besar Israel untuk Turki Eitan Naeh. (Foto: AFP)
Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan (kanan) menjabat tangan Duta Besar Israel untuk Turki Eitan Naeh. (Foto: AFP)

 

Ankara, 6 Rabi’ul Awwal 1438/6 Desember 2016 (MINA) – Duta Besar Israel pertama untuk Turki sejak tahun 2010 menyampaikan surat kepercayaan kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Senin (5/12), menyelesaikan langkah penting dalam normalisasi hubungan kedua pemerintahan.

Dubes Eitan Naeh diterima oleh Erdogan di istana presiden di Ankara, menyerahkan mandat resmi dan memperkenalkan stafnya, demikian ditampilkan  video di situs resmi Presiden Turki.

Video itu menunjukkan Erdogan menyambut hangat Naeh dan berbincang dalam beberapa kalimat. Demikian The New Arab memberitakan yang dikutip MINA.

Naeh adalah utusan pertama Israel untuk Turki, sejak pasukan komando Israel menyerbu kapal aktivis Gaza Mavi Marmara pada 2010 yang memicu perseteruan buruk antara Turki dan Israel.

Naeh sebelumnya telah bekerja di Ankara antara 1993 hingga 1997 dan menjabat sebagai Wakil Kepala Misi di Kedutaan Besar Israel di London sebelum dipilih untuk tugas barunya.

Sebagai buntut dari serangan yang menewaskan 10 aktivis Turki pada 2010, kedua pemerintah menarik duta besar mereka keluar dari ibukota masing-masing sebagai tanda hubungan yang memburuk ke tingkat terendah sepanjang sejarah.

Keretakan hubungan berakhir pada bulan Juni setelah pembicaraan rahasia berjalan lama di negara ketiga.

Israel membayar konpensasi $ 20 juta pada bulan September 2016 dan meminta maaf atas serangan itu serta memberi izin kepada bantuan Turki untuk masuk ke Gaza.

Bulan lalu, Perdana Menteri Turki Binali Yildirim memilih penasihat Kemal Okem sebagai Duta Besar untuk Israel.

Okem akan mulai bekerja pada tanggal 12 Desember, menandai langkah terakhir dalam rekonsiliasi diplomatik Turki-Israel. (T/P001/R01)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)