Dubes Palestina : Kecaman Saja Tidak Cukup Melawan Klaim Trump atas Golan

MINA, Jakarta – Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhari Al Shun menyeru dunia internasional untuk bergerak melawan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengklaim kepemilikan Israel atas Dataran Tinggi Golan.

“Dunia harus bergerak untuk melawan keputusan tersebut. Bukan cuma dengan kecaman. Kecaman saja tidak cukup. Dunia harus bergerak melawan langkah & cara yang ditempuh Trump,” ujarnya dalam acara peringatan Isra’ Mi’raj dan Hari Tanah Palestina di Kedutaan Palestina di Jakarta, Kamis (4/4).

Dia juga sangat menyayangkan dunia Arab yang tersibukan dengan urusan dalam negeri masing-masing sehingga menyebabkan mereka jatuh pada kehancuran.

Trump mengumumkan keputusannya secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas Golan pada Senin (25/3). Kebijakan tersebut menuai kecaman dari dunia Internasional dan Indonesia khususnya.

Kementrian Luar Negeri RI dalam pernyataan persnya, Selasa (26/3) menolak secara tegas pengakuan tersebut. Indonesia tetap mengakui Golan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Republik Suriah.

“Pengakuan ini tidak kondusif bagi upaya penciptaan perdamaian dan stabilitas kawasan,” tegas Kemlu RI.

Pemerintah Indonesia, sebut Kemlu RI, menilai langkah Israel untuk menduduki Golan tidak sah dan tidak memiliki dampak hukum internasional.

Berdasarkan komitmen pemerintah dan rakyat Indonesia seperti tertuang dalam UUD 1945, Indonesia akan selalu memperjuangkan hak-hak warga Palestina dan tentunya bagi kemerdekaan Palestina.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan kementerian Luar Negeri RI, beberapa duta besar negara sahabat, Jama’ah Muslimin (Hizbullah), ormas Islam seperti MUI, Aqsa Working Group (AWG), Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan beberapa ormas lainnya.

Hari Tanah Palestina yang bertepatan setahun aksi protes Great March of Return merupakan bentuk ungkapan untuk tanah air Palestina dan bentuk penolakan atas segala bentuk politik Israel, yang senantiasa berusaha mencerai beraikan rakyat Palestina dan menghancurkan persepsi sebagai warga negara.(L/RA 02/P2).

Mi’raj News Agency (MINA)