Delegasi Palestina di PBB: Kejahatan Israel Harus Dibawa ke ICC

Bendera anggota PBB. (Istimewa)

Jenewa, MINA – Ketua Delegasi Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ibrahim Khraishi pada Ahad (24/3) mengatakan, kejahatan Israel terhadap demonstran damai Palestina di Gaza harus dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Pernyataan Khraishi muncul setelah Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengeluarkan resolusi untuk memperkuat kehadiran PBB di wilayah Palestina yang diduduki Israel, Jumat lalu, demikian Anadolu Agency (AA) melaporkan, Senin (25/3).

Ketua Dewan HAM PBB Michelle Bachelet menyatakan sangat prihatin dengan temuan komisi penyelidikan internasional independen yang ditunjuk PBB, yang mengatakan pasukan Israel kemungkinan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan selama Great March of Return.

“Laporan itu harus dikirim ke ICC oleh komisaris,” kata Khraishi merujuk pada pernyataan pimpinan Dewan.

Ia mengatakan, pasukan Israel menargetkan semua orang, tidak terkecuali anak-anak, penyandang disabilitas, media atau penyedia layanan kesehatan.

Ia berharap laporan itu akan masuk ke ICC dan menegaskan bahwa jaksa penuntut harus mulai menyelidiki kejahatan perang Israel.

“Tujuan kami dimulai dengan Deklarasi Balfour Inggris lebih dari 100 tahun yang lalu. Setelah mandat itu, mereka mendorong kelompok Israel untuk membunuh rakyat kami dan mengusir dari rumah mereka,” ujarnya.

Sejak warga Palestina mulai mengadakan demonstrasi di sepanjang zona penyangga Gaza-Israel pada Maret 2018, lebih dari 250 demonstran terbunuh oleh tembakan tentara Israel.

Demonstran menuntut hak para pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah air mereka yang bersejarah, di mana mereka diusir pada 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 12 tahun Israel di Jalur Gaza, yang telah menghancurkan ekonomi daerah kantong pesisir dan merampas komoditas pokok dari dua juta penduduknya. (T/R03/R06)

Mi’raj News Agency (MINA)