Dubes Palestina: Serangan Israel ke Gaza Bentuk Kekejaman atas Palestina

Jakarta, MINA – Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun tanggapi peristiwa serangan Israel ke Gaza. Menurutnya serangan tersebut bentuk kekejaman Israel terhadap bangsa Palestina.

“Kami menganggap serangan tersebut adalah kejahatan dan perang atas bangsa Palestina yang sangat kami tolak. Dan bangsa Palestina melawan karena mereka menginginkan kemerdekaan. Bukan karena mereka menyukai perang. Bukan pula karena kami anti Yahudi. Kami melawan karena tanah kami dirampas,” terangnya kepada MINA, Kamis (15/11).

Israel, lanjutnya, tidak akan berhenti melakukan serangan ke Gaza hingga mereka berhasil menguasainya. Namun bangsa Palestina akan terus berjuang mempertahankannya dan merebut tanah mereka yang dijajah Israel.

“Kami adalah bangsa kuat. Israel memiliki senjata yang canggih dengan jumlah yang banyak. Sedangkan kami berjuang dengan segala keterbatasan. Sejak kedatangan Israel ke Palestina dan serangan militer yang pertama hingga kini kami tetap berdiri kokoh melawan. Ini membuktikan bahwa mereka lemah dan kami kuat,” terang Al Shun.

Ia meyakini, kelak semua peperangan yang terjadi antara Israel dengan Palestina akan berakhir dengan kemenangan di pihak Palestina.

Usai operasi militer rahasia Israel di bagian timur Khan Younis Selatan Gaza yang menewaskan salah satu komandan Hamas Nur Barakeh, Ahad (11/11) terjadi aksi saling baku tembak antar kedua belah pihak.
Tank-tank serta pesawat tempur Israel juga melepaskan tembakan ke kawasan tersebut.

Sementara itu, salah seorang tokoh Hamas Abdurrahman Jamal, kepada MINA menyebutkan, bahwa ada tujuh pejuang Hamas yang gugur dalam peristiwa tersebut. Sementara di kubu Israel, angkatan bersenjata Israel menyatakan seorang anggota unit khusus tewas dan seorang lainnya terluka.

Gugurnya salah satu komandan Hamas mendorong sayap militernya Izzudin Al Qassam melancarkan sekitar 300 roket ke wilayah jajahan Israel, Senin (12/11). Sebaliknya, pasukan Israel mengaku memborbardir lebih dari 70 titik perjuangan Hamas dan faksi-faksi perlawanan lainnya. Salah satunya mengenai stasiun TV Al-Aqsa. Dilaporkan sejumlah serangan tersebut menewaskan tiga pejuang Palestina.

Pada Selasa (13/11) Israel mengumumkan gencatan senjata. Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengundurkan diri dari jabatannya usai gencatan tersebut. Pengunduran diri tersebut merupakan bentuk protesnya atas kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Mesir. (L/RA 02/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)