66Jakarta, MINA – Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia Abdulfattah AK Al-Sattari mengingatkan, memikirkan upaya pembebasan Masjid Al-Aqsa tidak mengenal hari libur.
Hal itu ia sampaikan dalam acara Silaturahmi dan Taklim Umara Wilayah Jabodetabekaban-NTB di Masjid At-Taqwa, Jakarta Timur pada Ahad (12/4).
“Bapak Ibu ini hari libur tapi Bapak Ibu memilih hadir di sini karena tidak ada hari libur untuk memikirkan Masjid Al-Aqsa. Saya percaya kita datang ke sini, duduk di majelis ini untuk Al-Aqsa,” kata Abdulfattah.
Dalam kegiatan bertema “Istiqamah Menjaga Spirit Fastabiqul Khairat Pasca-Ramadhan” tersebut, Dubes Palestina menyampaikan apresiasi atas dukungan rakyat Indonesia untuk palestina/">kemerdekaan Palestina.
Baca Juga: ASN Peserta Komcad Bakal Dibekali Pengetahuan Dasar Senjata dan Latihan Menembak
Abdulfattah menyebut, dukungan dari rakyat Indonesia menjadi kekuatan bagi Palestina, termasuk aksi-aksi demonstrasi.
“Kami bisa bersabar dan melawan Zionis Israel ialah karena dukungan Anda semua dan semoga Palestina bisa merdeka karena dukungan dari Indonesia,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.
“Demo dan orasi itu juga bermanfaat untuk Palestina karena ini menjadi upaya menyebarkan informasi seputar Masjid Al-Aqsa dan Palestina. Seluruh aksi demonstrasi dan orasi itu menguatkan kami,” tambah Abdulffatah.
Atas dukungan rakyat Indonesia yang konsisten itu, Dubes Palestina bahkan mengaku mencintai Indonesia sebagaimana ia mencintai negerinya sendiri.
Baca Juga: Kemhan Lepas 2.019 ASN Ikuti Pelatihan Komcad di Enam Lemdik Militer
“Bangsa Palestina tidak sendirian karena ada rakyat Indonesia baik laki-laki, perempuan, anak-anak, semuanya siap berdiri bersama Palestina. Saya mencintai Indonesia seperti saya mencintai negeri saya sendiri,” katanya.
Lebih lanjut, Abdulfattah mengatakan, Al-Quran telah menjelaskan persoalan Palestina dan Masjid Al-Aqsa, salah satunya tertera dalam surat Al-Isra.
“Barangsiapa yang ingin mengetahui apa yang terjadi di Palestina dan Masjid Al-Aqsa, maka bacalah Al-Quran. Barangsiapa yang ingin tahu cara membebaskan Palestina dan Masjid Al-Aqsa, maka bacalah Al-Quran. Hal itu tercantum dalam surat Al-Isra,” ungkapnya.
Abdulfattah menekankan, situasi yang terjadi di Palestina merupakan penjajahan.
Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Picu Pohon Tumbang, Tol Jagorawi Alami Kemacetan
Menurutnya, Palestina mencintai perdamaian tetapi apabila mereka diperangi, maka mereka akan melakukan perlawanan demi tanah air mereka dan Masjid Al-Aqsa.
“Kami tidak suka berperang tapi jika kami diperangi maka kami akan berusaha semampunya untuk membentengi Palestina dan Masjid Al-Aqsa dan memohon pertolongan Allah SWT,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Abdulfattah pun menceritakan bahwa keluarga dan teman-temannya saat ini masih berada di Palestina, sementara sebagian lainnya telah gugur syahid dalam serangan Zionis Israel.
Sebelum menutup sambutannya, Dubes Palestina memberikan hadiah berupa selendang yang bertuliskan kota-kota di Palestina, termasuk kota-kota yang saat ini masih dijajah oleh Zionsi Israel.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Senin 13 April 2026
Hadiah itu diserahkan kepada tiga anak yang turut hadir dalam taklim tersebut.
Acara taklim itu dihadiri ratusan peserta, baik perempuan maupun laki-laki, dewasa maupun anak-anak dari sekitar Jabodetabek.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Mayoritas Wilayah Jakarta Berawan dan Hujan Ringan Senin Awal Pekan Ini
















Mina Indonesia
Mina Arabic