Dubes RI untuk Sudan: Bantuan Pada WNI Terus Diberikan Pasca Pandemi

Khartoum. MINA – Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan & Eritrea,  Rossalis R. Adenan mengatakan dalam waktu dekat kami akan memberikan Bantuan berupa alat pelindung diri (APD), masker & tambahan logistik bahan pokok untuk WNI pasca pandemi Covid-19, Khususnya yang tinggal di Khartoum.

Dubes menegaskan bahwa APD dan masker sedang kami pesan sebanyak 1300 di salah satu UKM WNI di Khartoum. Selain itu juga pihak KBRI akan menambahkan bantuan logistik  sebanyak 300 paket dalam beberapa hari kedepan selain beberapa paket bantuan sembako lainnya yang sudah diberikan hampir memasuki tiga bulan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam  Diskusi Publik,” Perlindungan WNI diluar Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19, yang diselengarakan oleh PIP PKS Sudan, dengan menghadirkan para Pembicara dari Indonesia dan Sudan, diantaranya oleh Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI Fraksi PKS , Abdul Kharis Almasyari dan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera.

Sedangkan pembicara diskusi dari Sudan di antaranya Duta Besar RI, ketua PPI Sudan, Perwakilan P2MI (Paguyuban Pekerja Migran Indonesia) Sudan serta beberapa perwakilan dari mahasiswa. Acara diselenggarakan pada Ahad (7/5)  melalui media virtual.

Selain itu, Dubes menjelaskan pihaknya sudah mengeluarkan surat rekomendasi permohonan bantuan ke-27 Gubernur dan 1 Kabupaten di Indonesia.

Saat ini, KBRI Khartoum sudah menyediakan dokter umum khusus untuk layanan kesehatan bagi WNI  dengan menyediakan empat Safe House selama masa  pandemic covid-19.

Dubes mengharapkan kepada WNI untuk terus memberikan masukan dan kritik yang membangun kepada perwakilan RI di Sudan untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan kinerja Satgas COVID-19 KBRI Khartoum dalam memberikan pelayanan kepada WNI di Sudan pada masa pandemik COVID-19.

Saat ini jumlah Mahasiswa Indonesia yang terdaftar di berbagai perguruan tinggi di Sudan lebih kurang 1.300 orang dari berbagai program jenjang pendidikan. (L/B02/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)