Dubes RI Untuk Sudan: Repatriasi WNI Wewenang Pemerintah Pusat

Khartoum. MINA – Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan & Eritrea  Rossalis R. Adenan  mengadakan  dialog  dengan WNI di Sudan, dalam upaya meningkatkan sinergitas dan koordinasi  terutama dengan mahasiswa, dalam hal ini  dengan  Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Sudan.

Acara dialog  tersebut dilaksanakan di Wisma Duta KBRI Khartoum, Rabu (3/6),  bersama dengan Ketua  dan Pengurus PPI Sudan yang Baru. Demikian keterangan KBRI Khartoum, Kamis (4/6) malam.

Duta Besar meminta Ketua dan Pengurus PPI Sudan agar dalam menjalankan program-program kerjanya senantiasa melakukan koordinasi dan bersinergi dengan  pihak Perwakilan RI yang ada  di Sudan.

Ia berharap agar PPI Sudan dapat berperan sebagai mitra KBRI Khartoum dalam menanamkan kepatuhan dan disiplin kepada para WNI khususnya para mahasiswa Indonesia di Sudan dalam menghadapi wabah COVID-19, antara lain dengan menjaga kesehatan dan mematuhi aturan Pemerintah Sudan dalam masa PSBB dengan tetap berada di rumah dan menjauhi kerumuman.

Terkait adanya keinginan sejumlah WNI yang ingin turut serta dalam Repatriasi Covid-19 ke Indonesia, Dubes, menegaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Sudan & Eritrea yang berkedudukan di  Khartoum tidak dalam posisi untuk melakukan repatriasi’.

“Itu adalah wewenang pemerintah Pusat, dan pihak perwakilan RI disini hanya membantu dalam hal yang sifatnya administrasi seperti memberikan surat keterangan jalan kepada setiap WNI dan berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak Imigrasi Sudan untuk diberikan kemudahan bagi WNI yang masa berlaku ijin tinggalnya sudah berakhir.

Di akhir dialog Dubes juga mengharapkan kepada WNI untuk terus memberikan masukan dan kritik yang membangun kepada perwakilan RI di Sudan untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan kinerja Satgas COVID-19 KBRI Khartoum dalam memberikan pelayanan kepada WNI di Sudan pada masa pandemik COBID-19 ini

Selain itu ia mengimbau kepada para mahasiswa untuk senantiasa waspada terhadap aksi penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang marak terjadi pada hari-hari terakhir di media sosial

Diketahui saat ini jumlah Mahasiswa Indonesia yang terdaftar di berbagai perguruan tinggi di Sudan lebih kurang 1.000 -1.200 orang, yang saat ini juga sedang menjadi korban PSBB covid-19 untuk Provinsi Khartoum.

Hingga Kamis malam, Kementerian Kesehatan Sudan mengumumkan data terkini penyebaran Covid-19 secara nasional di 18 provinsi. Jumlah keseluruhan dari awal masuk penyebaran Covid-19 di Sudan hingga yang dinyatakan Wafat 333 Orang, adapun Sembuh 1825, dan yang dinyatakn  positif secara nasional berjumlah 5.714 orang. (L/B02/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)