Dukung Jenin, Pejuang Lakukan Serangan Balasan di Beberapa Wilayah Tepi Barat

Aski Perlawanan Palestina. (Foto: Shehab)

Tepi Barat, MINA – Konfrontasi berlanjut dan penembakan terjadi terhadap pasukan pendudukan di wilayah terpisah di Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki, untuk mendukung Jenin dan kampnya. Demikian dikutip dari Shehab, Selasa, (4/7).

Pejuang perlawanan Palestina menargetkan pasukan pendudukan dengan peluru di pos pemeriksaan Qalandia di Yerusalem yang diduduki, dan di pintu masuk ke kota Azzun, sebelah timur Qalqilya.

Pejuang juga melepaskan tembakan ke pemukiman ilegal “Migdal Oz”, di selatan Bethlehem, di pos pemeriksaan Hawwara, di selatan Nablus, dan pos pemeriksaan Beit Furik, di sebelah timur Nablus.

Seorang pemuda dikabarkan terluka oleh peluru pasukan pendudukan, saat dini hari ini, Selasa, selama bentrokan kekerasan yang meletus di pintu masuk selatan kota Jericho, untuk mendukung Jenin.

Baca Juga:  Amnesty: Mesir Deportasi Pengungsi Sudan Secara Tidak Sah

Bentrokan juga pecah dengan pasukan pendudukan di pintu masuk kota Sinjil, timur laut Ramallah, dan di pintu masuk utara Al-Bireh. Para pemuda menutup jalan dan membakar ban di Kafr Aqab, utara Yerusalem, dan persimpangan Universitas Birzeit di Ramallah dan Jalan Jalazoun di Al-Bireh, sebagai protes terhadap agresi pendudukan di Jenin.

Dalam konteks terkait, pemogokan menyeluruh terjadi di Tepi Barat, untuk mendukung Jenin, di tengah seruan untuk mobilisasi menuju titik kontak dan konfrontasi. Pejuang perlawanan di Jenin terus menghadapi agresi pendudukan untuk hari kedua, dengan bentrokan bersenjata dan serangan balasan menggunakan bahan peledak rakitan.

Kementerian Kesehatan mengumumkan, jumlah korban syahid akibat agresi Israel di Jenin telah meningkat menjadi 10 orang, setelah jenazah ditemukan pagi ini di Marj Ibn Amer, selain sekitar 100 orang terluka, termasuk 20 orang dalam kondisi kritis. (T/B03/P2)

Baca Juga:  AWG Laksanakan Qurban untuk Palestina di Tengah Agresi Israel

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: hadist

Editor: Widi Kusnadi