Duta Al-Quds: Suarakan Kemerdekaan Palestina dari Berbagai Bidang

Cileungsi, Kabupaten Bogor, MINA – Duta Al-Quds, Ali Farkhan Tsani mengatakan, setiap Muslim harus menyuarakan kemerdekaan Palestina dari berbagai bidang, termasuk saat ini saat dunia internasional mengecam dengan keras rencana Aneksasi Israel atas Tanah Palestina.

“Jika ada orang-orang Islam yang aktif di dunia hukum, dia harus menyuarakan melalui hukum, yang bekerja di bidang media bisa melalui media. Termasuk melalui media sosial, seminar dan lainnya,” kata Ali Farkhan dalam Bincang Ilmiah Akademis ‘Lawan Aneksasi Israel Atas Tanah Palestina’ di Kampus STAI Al-Fatah, Cileungsi, Bogor, pada Ahad (28/6).

Menurutnya, acara diskusi seperti yang diselenggarakan oleh mahasiswa STAI Al-Fatah ini merupakan satu hal yang luar biasa.

“Ini merupakan diskusi perdana mahasiswa, akademisi dan aktivis untuk menolak aneksasi Israel atas Palestina,” ujarnya.

“Jangan dianggap kecil pertemuan seperti ini. Suarakan terus Al-Aqsa dan Palestina, hingga akan sampai pesan kita ke sana, bahwa ada suara para mahasiswa dari pojok Kampus STAI. Ini merupakan dukungan moral yang luar biasa,” ujar Redaktur Senior Kantor Berita MINA tersebut.

Ia berharap, kegiatan diskusi menjadi program yang dapat dilaksanakan secara bnerkala lagi oleh mahasiswa STAI Al-Fatah.

Tolak Aneksasi

Ia memaparkan bagaimana Zionis Yahudi mulai migrasi ke wilayah Palestina sejak tahun 1917, pengumuman Negara Israel tahun 1948, Perang Israel-Arab 1967, hingga rencana aneksasi tahun 2020.

Namun kini, ia menambahkan, hampir seluruh dunia mengecam langkah Israel yang didukung AS. Negara-negara OKI di bawah kepemimpinan Arab Saudi, Liga Arab yang dipimpin Mesir, juga negara-negara Uni Eropa, tegas menolak rencana aneksasi tersebut.

“Ini menandakan solidaritas bersama mendukung Palestina, di tengah pemerintahan Israel yang terbagi antara Netanyahu dan Gantz. Israel dan AS telah dikucilkan dunia. Jadi rencana aneksasi Israel ke tanah-tanah Palestina dan apapun akan digagalkan oleh dunia internasional,” ujarnya.

Kuncinya adalah bersatunya kaum Muslimin, berjamaah dan terpimpin, sehingga dapat menyatukan seluruh potensi dan kekuatan umat Islam menghadapi Zionis Israel.

“Seperti dahulu saat wilayah Syam, termasuk di dalamnya wilayah Palestina, yang terpimpin oleh Sultan Abdul Hamid II, yang menolak sejengkal tanahpun untuk Yahudi,” imbuhnya.

“Kita semua warga dunia wajib menolak rencana jahat aneksasi tersebut, karena bertentangan dengan hukum dan norma internasional, akan menimbulkan ketidakstabilan lebih luas, dan tidak sesuai dengan ajaran agama manapun,” imbuhnya.

Hadir sebagai pembicara dalam acara ini yaitu Imam Santoso (Dosen STAI Al-Fatah) dan Sri Astuti (Mahasiswi STAI Al-Fatah) serta moderator Suji Rahayu (mahasiswi STAI Al-Fatah).

Acara ini didukung oleh kantor Berita MINA, Aljamaah Tv, Aqsa Working Group (AWG), Maemunah Center (Mae-C), Syubban & Fatayat Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Radio Silaturahim AM 720, BMT Amanah Syariah, Lembaga Bimbingan Ibadah dan Penyuluhan Islam (LBIPI) dan Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jabar. (L/R6/R8/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)