Ekosistem Reka Cipta Lompatan Baru Pemulihan Ekonomi 

Jakarta, MINA – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikti Kemendikbud) Nizam mengatakan, saatnya pandemi Covid-19 ini kita jadikan sebagai lompatan baru menuju arah pemulihan ekonomi nasional melalui ekosistem reka cipta Indonesia.

Hal itu disampaikan saat pelaksanaan penandatanganan nota kesepahaman bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan KADIN (Kamar Dagang Indonesia) DKI Jakarta, Selasa (25/8). Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong pengembangan sebuah platform yang menjembatani ekosistem reka cipta.

Nizam menjelaskan bahwa kondisi pandemi Covid-19 menyadarkan pada tiga hal. Pertama kenyataan disrupsi yang mengglobal sehingga membutuhkan adaptasi untuk bertransformasi digital.

Kedua, peningkatan penemuan reka cipta perguruan tinggi pada dua bulan terakhir selama masa pandemi covid-19. Ketiga fakta bahwa disrupsi mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang untuk menciptakan reka cipta yang dirasa tidak mungkin dilakukan.

“Pembelajaran daring menjadi contoh transformasi digital dimasa pandemi Covid-19,” jelasnya.

Menurut Nizam, selama ini perguruan tinggi dan industri masih berjalan sendiri-sendiri dan belum saling terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh industri. Lebih dari 1.000 inovasi berbentuk teknologi dan obat diciptakan oleh perguruan tinggi diantaranya masker 3D, robot perawat, drone, alat rapid test, ventilator, dan sebagainya.

“Jika kita perhatikan bersama, saat ini adalah momentum yang tepat bagi kita menghadapi tantangan dalam kondisi pandemi untuk melakukan lompatan dan terobosan rekacipta untuk meningkatkan nilai ekonomi. Seperti amanah Presiden Joko Widodo untuk mengubah kondisi ekonomi dari yang negatif menjadi positif,” jelas Nizam.

Dalam acara ini hadir Ketua Umum Forum PII Heru Dewanto dan Ketua KADIN Jakarta Diana Dewi. Sedangkan dari Ditjen Dikti turut serta hadir Paristiyanti Nurwardani Sekretaris Ditjen Dikti, Didi Rustam Kepala Subbagian Tata Usaha Ditjen Dikti beserta Tim Kerja Akselerasi Reka Cipta Indonesia Ditjen Dikti yakni Achmad Aditya, M.Setiawan, Ade Kadarisman, Mahir Bayasut, dan Willy Sakareza.

Di samping itu, Diana Dewi Ketua Umum KADIN Jakarta menyampaikan apresiasi atas gagasan Ditjen Dikti dalam membangun ekosistem reka cipta Indonesia. Kondisi ini juga mengharuskan industri untuk terus kreatif dalam menyusun pola bisnis yang baru.

“Kolaborasi ini dapat mengembangkan ruang ekspresi reka cipta sesuai tantangan dan kebutuhan dunia usaha saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Heru Dewanto Ketua Forum PII mengatakan bahwa reka cipta sekarang telah mengalami transformasi. Saat ini reka cipta tidak hanya dilahirkan dari konteks laboratorium, melainkan dapat lahir dan tumbuh dari aktivitas keseharian.

“Sehingga melalui ekosistem reka cipta, tidak ada lagi valley of death pada tahapan komersialisasi reka cipta,” ujar Heru.(R/R5/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)