SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eks Perwira Israel Sebut AS Berpotensi Abaikan Tel Aviv

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 12 April 2026 - 07:16 WIB

Ahad, 12 April 2026 - 07:16 WIB

13 Views

Tel Aviv, MINA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menghangat setelah seorang mantan perwira militer Israel memperingatkan bahwa Iran tidak menunjukkan tanda-tanda mundur dari eskalasi konflik, sementara Amerika Serikat dinilai berpotensi mengurangi bahkan meninggalkan komitmennya terhadap sekutu di kawasan.

Seorang eks perwira tinggi militer Israel Yitzhak Breck menyampaikan pandangannya bahwa Iran saat ini berada dalam posisi strategis yang tidak mudah digoyahkan, meskipun mendapat tekanan militer dan politik dari Amerika Serikat serta Israel.

Menurutnya, Teheran justru semakin memperkuat kapasitas pertahanan dan jaringan pengaruh regionalnya sebagai respons atas tekanan tersebut. Media Maarif melaporkan, Sabtu (11//4).

Ia menilai bahwa berbagai serangan dan tekanan yang dilakukan selama periode konflik tidak berhasil melumpuhkan Iran secara signifikan.

Baca Juga: Ribuan Warga Argentina Turun ke Jalan Serukan Dukungan untuk Palestina

Sebaliknya, Iran disebut mampu mempertahankan struktur militernya sekaligus meningkatkan kemampuan serangan balik, termasuk ancaman terhadap jalur-jalur strategis energi global yang menjadi perhatian dunia.

Dalam pernyataannya, eks perwira tersebut juga menyoroti sikap Washington yang dinilai tidak selalu konsisten dalam mendukung sekutunya di Timur Tengah.

Ia mengingatkan bahwa perubahan arah kebijakan politik di Amerika Serikat, terutama dalam kepemimpinan Donald Trump, dapat berdampak pada komitmen jangka panjang terhadap Israel dan stabilitas kawasan.

Sikap tersebut, menurutnya, menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat keamanan Israel bahwa dalam situasi tertentu, AS dapat mengutamakan kepentingan domestik dan meninggalkan keterlibatan langsung dalam konflik luar negeri, termasuk di Timur Tengah. Hal ini dinilai dapat mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan.

Baca Juga: Antrean Panjang di Gaza Jadi Realitas Harian yang Hancurkan Kesehatan Mental

Di sisi lain, sejumlah pengamat geopolitik menilai bahwa Iran saat ini memang berada dalam posisi tawar yang lebih kuat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, terutama setelah berbagai dinamika konflik dan sanksi internasional.

Kondisi ini membuat setiap eskalasi baru berpotensi memperpanjang ketegangan dan memperbesar risiko konflik regional yang lebih luas.

SMeskipun terdapat upaya gencatan senjata di beberapa fase, ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat masih sangat rapuh. Tanpa mekanisme diplomasi yang kuat dan konsisten, kawasan Timur Tengah akan terus berada dalam bayang-bayang konflik berkepanjangan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Krisis Tepung Ancam Ketahanan Pangan di Gaza

Rekomendasi untuk Anda