Ekspor Halal Malaysia Diharapkan Tumbuh 4-5 Persen Tahun Ini

Kuala Lumpur, MINA – Korporasi Pengembangan Industri Halal Malaysia (HDC) mengharapkan ekspor halal Malaysia bisa tumbuh antara 4 hingga 5 persen pada tahun ini dari ekspor halal tahun 2017 lalu yang berada di angka RM 43 miliar (USD 10,5 miliar).

Wakil Presiden Pengembangan Industri HDC Hanisofian Alias ​​mengatakan, proyeksi ini didasarkan pada tiga faktor yaitu, pertumbuhan populasi Muslim global, upaya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk menghasilkan lebih banyak produk dan layanan halal, serta upaya kolaborasi dengan kementerian lain dan mitra asing.

“Kami optimis target nasional ekspor halal sebesar RM 50 miliar pada tahun 2020 dapat tercapai meskipun ada ketidakpastian ekonomi global, termasuk volatilitas ringgit serta ketegangan perdagangan Amerika Serikat dan Cina,” katanya kepada Borneo Bulletin yang dikutip MINA, Senin (21/1).

Pertumbuhan ekspor halal Malaysia diketahui melambat menjadi 2,6 persen pada 2017 lalu dari kenaikan 7,36 persen setahun sebelumnya. Sementara nilai ekspor halal Malaysia untuk 2018 belum dirilis.

Hanisofian menegaskan, penting bagi para eksportir, khususnya UKM, selalu memperbarui informasi yang benar dan memahami proses ekspor, serta memahami peraturan negara lain walaupun mereka mungkin sudah memiliki sertifikasi halal dari Departemen Pengembangan Islam Malaysia (Jakim).

Ia menyoroti Undang-Undang (UU) di Indonesia No. 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal yang akan resmi dilaksanakan mulai November tahun ini. UU tersebut mewajibkan semua produk dan layanan halal yang memasuki wilayah Indonesia harus disertifikasi halal oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Indonesia.

“Kami bekerja sama dengan Jakim dan mitra kami di Indonesia untuk memahami masalah ini dan berharap bahwa pada bulan Oktober, kami dapat memiliki nota kesepahaman (MoU) tentang proses sertifikasi halal dan labelnya pada produk Malaysia,” katanya. (T/Mufi/R06)

Mi’raj News Agency (MINA)