Emir Qatar dan Presiden Iran Sepakat Solusi De-Eskalasi dan Dialog Iran-AS

Teheran, MINA – Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menyampaikan gagasan de-eskalasi (penurunan ketegangan) dan dialog untuk menurunkan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut disampaikan Sheikh Tamim saat  bertemu dengan Presiden Ian Hassan Rouhani dan Pemimpin Tertinggi Iran, Ahad (12/1) dalam kunjungannya ke Iran, di tengah meningkatnya ketegangan setelah terbunuhnya Komandan pasukan elite Iran Qassem Soleimani di Baghdad.

“Qatar dan Iran sepakat bahwa de-eskalasi dan dialog adalah “satu-satunya solusi” untuk menurunkan ketegangan regional,” kata Sheikh Tamim setelah bertemu Rouhani, seperti dikutip dari Al-Jazeera, Senin (13/1).

Sheikh Tamim adalah pemimpin negara pertama yang datang ke Iran sejak pembunuhan Soleimani pada 3 Januari lalu dalam serangan pesawat tak berawak AS.

Qatar adalah salah satu dari sedikit negara di kawasan yang memiliki hubungan sama-sama dekat dengan Washington maupun Teheran.

Sementara saat konferensi pers bersama, Rouhani menekankan pentingnya stabilitas di wilayah tersebut.

“Mengingat pentingnya keamanan regional, terutama di perairan Teluk Persia, Selat Hormuz dan Laut Oman, kami memutuskan untuk melakukan lebih banyak pembicaraan dan kerja sama untuk keamanan seluruh wilayah,” katanya.

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyerukan untuk meningkatkan kerja sama di antara negara-negara di kawasan.

“Situasi saat ini menuntut lebih memperkuat hubungan antara negara-negara di kawasan serta menghindari pengaruh campur tangan orang asing,” kata Khamenei seperti dikutip dalam akun Twitter resminya.

“Alasan untuk situasi turbulen saat ini di wilayah kami adalah kehadiran AS dan sekutunya. Satu-satunya cara untuk menghadapi ini adalah bergantung pada kerja sama di kawasan,” tambahnya.

Marwan Bishara, analisis politik senior Al Jazeera, mengatakan upaya Sheikh Tamim untuk menenangkan ketegangan adalah unik.

“Hampir tidak ada negara atau pemimpin di kawasan ini yang dapat melakukan kunjungan semacam ini, sementara pada saat yang sama menjaga hubungan dengan AS, Eropa, dan Irak. Ia berusaha menjembatani gagasan dan memfasilitasi dialog,” katanya. (T/Sj/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)