ENAM NEGARA TELUK BERTEMU BAHAS SITUASI PALESTINA

Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) di Riyadh. (Foto: PIC)
Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) di Riyadh. (Foto: PIC)

Riyadh, 27 Shafar 1437/10 Desember 2015 (MINA) – Enam negara yang tergabung dalam Dewan Kerjasama Teluk (GCC) Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA) bertemu di Riyadh, Rabu (9/12).

Pertemuan itu membahas isu-isu regional dan internasional, juga membahas aksi terorisme di Palestina oleh Israel, kerjasama ekonomi antar negara Teluk, dan kesepakatan nuklir Iran, serta membahas situasi terkini di Suriah, Yaman, dan negara-negara tetangga lainnya.

Pada kesempatan itu, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dan Emir Qatar, Syaikh Tamim bin Hamad Al-Thani menyerukan dunia Islam untuk mendukung perjuangan Palestina dalam menghadapi aksi terorisme Israel, demikian laporan The Palestinian Information Center (PIC) dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Palestina adalah prioritas utama negara-negara Arab,” kata Raja Salman bin Abdulaziz saat membuka pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

Dalam pernyataannya, Raja Salman menyatakan keprihatinannya atas ancaman terorisme yang tumbuh dan berkembang pesat di Timur-Tengah, khususnya di wilayah Palestina.

Sementara itu, Emir Qatar dalam pernyataannya menekankan pentingnya mengatasi akar penyebab terorisme yang terjadi di Palestina itu.

“Tidak ada solusi yang akan dicapai untuk masalah Palestina selama kebrutalan Israel terus berlanjut. Kami tidak bisa menerima situasi seperti ini,” tegasnya. (T/P011/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0