Enggan Lawan Pemain Israel, Pecatur Mauritania Mundur dari Piala Dunia Junior

Nouakchott, Mauritania, MINA – Seorang pemain catur Mauritania berusia 14 tahun telah menarik diri dari Piala Dunia Junior karena undian itu membuatnya menghadapi pemain Israel.

“Saya memutuskan untuk mundur, karena saya menolak bermain dengan perwakilan negara fiksi yang kenyataannya tidak ada,” kata Abdel Rahim Al-Talib Muhammad, MEMO melaporkan, Rabu (18/8).

Pemain berbakat Abdul Rahim Al-Talib berada di peringkat 47 dari 215 pemain di dunia.

Liga Nasional Mauritania menyambut keputusan itu dan menghormatinya saat ia kembali.

“Kami memberi hormat kepada putra kami tersayang Abdel Rahman Al-Talib Mohammed, jenius luar biasa yang menghormati negara kami dan rakyat kami dengan menyatakan boikot terhadap wajah Zionis yang muram,” kata Ghulam Al-Hajj, Presiden Liga.

Israel sering dituduh menggunakan kehadirannya dalam acara olahraga dan budaya internasional sebagai sarana untuk ‘mencuci olahraga’ pelanggaran hak asasi manusianya. Atlet Arab lainnya telah mengambil sikap publik terhadap normalisasi hubungan dengan kedok diplomasi dalam sportivitas.

Bulan lalu, Judoka Aljazair Fethi Nourine mengundurkan diri dari nomor 73kg putra di Olimpiade Tokyo setelah dia tahu dia harus menghadapi petarung Israel Tohar Butbul di babak kedua.

Ini adalah kedua kalinya atlet tersebut mundur dari pertarungan putaran kedua melawan petarung Israel, yang pertama adalah pada Kejuaraan Dunia 2019 di Jepang. Saat itu, dia menjelaskan bahwa itu untuk menunjukkan solidaritasnya dengan Palestina.

“Kami bekerja keras untuk mencapai Olimpiade … tetapi perjuangan Palestina lebih besar dari semua ini,” ujar Nourine setelah keputusannya meninggalkan “final.”

Setelah Nourine meninggalkan Olimpiade, IJF mencabut akreditasi Olimpiadenya, dengan menyatakan hal itu tindakan yang “berlawanan total dengan filosofi kami.”

Dengan absennya Nourine, pemain Sudan Mohamed Abdalrasool, yang secara otomatis lolos untuk menghadapi Butbul, juga mengundurkan diri. (T/R7/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)