ERDOGAN: ISRAEL AKAN BAYAR ATAS KEJAHATANNYA TERHADAP AL-AQSHA

erdogan palinfo
Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan (Palinfo)

Doha, 20 Dzulhijjah 14346/4 Oktober 2015 (MINA) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengingatkan, Israel akan membayar atas kejahatannya terhadap Masjid Al-Aqsha di al-Quds dan atas blokade terhadap warga Gaza.

Dalam sebuah wawancara dengan TV Al-Jazeera saat kunjungannya ke Doha, Qatar, pada Jumat malam (2/10), Erdogan menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsha bukan hanya untuk Palestina saja, tetapi ini adalah untuk semua Muslim,” tegasnya.

Seperti disebutkan al-Markaz al-Filistini, menurutnya, Israel tidak pernah jujur ​​dan tidak benar seperti yang selalu dilakukannya. “Serangan terhadap Masjid Al-Aqsha tidak bisa diabaikan,” ujar Erdogan.

Pernyataan Erdogan disebutkan setelah kampanye Israel untuk menyerang Masjid al-Aqsha setiap hari oleh pasukan Israel dan pemukim ekstremis Yahudi.

Ia menambahkan, Israel sedang bermain api dengan terlibat dalam perilaku yahudi di kawasan Al-Aqsha. Apa yang terjadi di Masjid Al-Aqsha adalah kejahatan terhadap seluruh dunia Islam, paparnya.

“Ini tidak hanya terbatas pada masalah Palestina. Jadi Israel perlu mengambil pendekatan yang berbeda. Ia sedang bermain dengan api, dan mereka akan membayar harga di tempat yang berbeda dan dengan cara yang berbeda, karena ada ambang batas orang yang terbatas,” ujar Erdogan.

Israel harus memahami bahwa apa yang dilakukannya adalah kejahatan hak asasi manusia, yang diperparah oleh ratusan kejahatan lainnya yang telah dilakukan terhadap rakyat Palestina, kata pemimpin Turki itu.

Presiden Turki Erdogan, dikenal berada di garis depan dalam pembicaraan anti-Israel dalam beberapa tahun terakhir, walaupun negaranya dan Israel adalah sama-sama sekutu dekat Amerika Serikat.

Ia juga menyebutkan, telah mengadakan beberapa pembicaraan dengan Raja Saudi Salman, yang ia anggap telah berminat dalam hal ini.

Erdogan mengatakan, ia juga telah berhubungan dengan Raja Yordania dan Emir Qatar tentang masalah Al-Aqsha tersebut.

“Kita semua sepakat bahwa kita perlu melakukan apa yang mungkin kita lakukan tentang masalah ini,” imbuhnya.

Dalam wawancara, yang juga dirilis The Jerusalem Post edisi Sabtu (3/10),  Erdogan mengkritik Mesir yang bertindak tidak adil dengan menutup perbatasan Rafah dengan Gaza hampir secara permanen.

Mesir baru-baru ini telah memompa air laut ke sepanjang perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza untuk menghancurkan terowongan dengan mengabaikan akibat kerusakan besar terhadap struktur tanah dan air di dalamnya, paparnya. (T/P4/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0