Ankara, MINA – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengutuk serangan Israel di Lebanon dan menyebutnya seperti serangan kelompok teroris yang tidak memiliki kepedulian terhadap rakyat sipil.
“Dengan serangan ini, Israel menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki kepekaan sipil, mereka dapat menggunakan cara apa pun untuk mencapai ambisi kebenciannya,” kata Erdogan, seperti disiarkan Anadolu Agency, Sabtu (21/9).
Ia menyebut, serangan itu juga menunjukkan bahwa Israel semakin memperluas serangannya ke wilayah-wilayah sekitarnya.
“Kawasan itu sekarang menghadapi krisis besar yang tidak dapat dijelaskan,” katanya.
Baca Juga: 7 Pemimpin Negara Arab Kompak Tolak Rencana Trump Relokasi Gaza
Erdogan meminta masyarakat internasional, terutama negara-negara Barat, untuk berhenti menonton tindakan keji Israel dan mengambil langkah-langkah pencegahan.
Menteri Kesehatan Lebanon Firas Al-Abiad mengatakan, jumlah korban syahid akibat serangan udara Israel pada Jumat (20/9) di pinggiran selatan Beirut meningkat menjadi 31 orang.
Al-Abiad mengonfirmasi, di antara para korban terdapat tujuh wanita, tiga anak berusia empat, enam, dan 10 tahun, serta tiga warga negara Suriah.
Sebelumnya, 37 orang syahid dan lebih dari 3.250 lainnya terluka, termasuk anak-anak serta wanita terluka akibat ledakan massal perangkat komunikasi nirkabel yang diduga dilakukan oleh operasi Israel. []
Baca Juga: Bantuan Rumah Mobil dan Peralatan Berat Akhirnya Dapat Masuk Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)