Erdogan: Turki Tidak Akan Menyerah Perjuangkan Yerusalem

Ankara, MINA  – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Senin (21/5/2018) menyatakan tekad untuk tidak menyerah dalam memperjuangkan Yerusalem.

“Kami bertekad untuk tidak menyerah pada hak-hak kami di Yerusalem. Kami tidak akan pernah meninggalkan kiblat pertama kami. Kami tidak akan meninggalkan negeri yang telah mempersembahkan darah, air mata dan pekerjaan selama beberapa dekade,” kata Erdogan dalam ceramah buka puasa dengan para duta besar di ibukota Ankara.

“Kami akan melanjutkan perjuangan kami sampai Yerusalem menjadi rumah kedamaian, ketenangan dan martabat untuk ketiga agama,” katanya.

Tentang langkah AS yang telah memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, Erdogan mengatakan bahwa tangan AS “ditutupi dengan darah anak-anak Palestina”.

“Pemerintah Amerika Serikat tidak lagi memiliki hak untuk berbicara tentang hak asasi manusia, demokrasi dan perdamaian,” tambahnya.

Mengacu pada ketegangan regional saat ini, Erdogan tetap menunjukkan diplomasi sebagai cara terbaik memecahkan krisis.

Berbicara pada acara yang sama, Perdana Menteri Binali Yildirim dalam sambutannya mengatakan, akan melanjutkan dukungan Turki kepada orang-orang yang membutuhkan di seluruh dunia.

“Sudah waktunya untuk bertindak bersama melawan masalah global seperti terorisme, kebencian, ketidakadilan, pengungsian, diskriminasi dan kelaparan. Turki telah mengadvokasi ini untuk waktu yang lama,” katanya.

Mengenai serangan Israel di Jalur Gaza, Yildirim mengatakan “pembantaian terhadap orang-orang yang tidak berdaya dan tidak bersenjata adalah kekerasan yang kejam dan brutal”.

“Keputusan pemerintah AS memindahkan kedutaan ke Yerusalem adalah kesalahan besar dan itu memiliki andil besar dalam peningkatan ketegangan dari peristiwa-peristiwa saat ini,” tambahnya.

Di hadapan duta besar negara-negara sahabat, kecuali dubes Israel tak diundang, ia menyeru, sudah waktunya negara-negara untuk mengambil sikap atas situasi saat ini di wilayah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Kepresidenan mengatakan para duta besar dari semua negara, kecuali Israel, diundang ke buka puasa di markas Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa.

Duta Besar Israel untuk Turki Eitan Naeh telah meninggalkan Turki pada hari Rabu (9/5/2018). (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments: 0