Erdogan: Yerusalem, Penyebab Keberanian dan Kepahlawanan Dunia Islam  

Istanbul, MINA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengatakan, Yerusalem bukan hanya penyebab segelintir Muslim jadi pemberani di Palestina, tetapi penyebab umum keberanian dan kepahlawanan seluruh dunia Islam.

Erdogan berbicara pada pembukaan Konferensi ke-16 Persatuan Parlemen Organisasi Kerjasama Islam (PUIC) di Istanbul, Jumat (10/12).

Erdogan menegaskan, membela Yerusalem berarti membela kemanusiaan. Daily Sabah melaporkan.

Dia juga meminta semua negara anggota PUIC untuk menghindari tindakan apa pun yang dapat merugikan perjuangan Palestina.

“Tidak adil dan tidak bermoral membuat orang Palestina membayar harga untuk genosida terhadap orang-orang Yahudi di Eropa selama Perang Dunia II,” katanya, seraya menambahkan bahwa sebagai keturunan seorang leluhur yang memerintah Yerusalem secara adil selama 400 tahun, mereka tidak ingin melihat darah, air mata, dan penindasan di Palestina.

“Kami dengan tegas menjaga kepekaan kami mengenai status Yerusalem Timur dan kesucian Masjid Al-Aqsa,” tegasnya.

Jalan menuju perdamaian dan stabilitas permanen adalah melalui pembentukan negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dan terintegrasi secara teritorial di perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya, lanjutnya.

Ia menyatakan, Turki mendukung hidup dalam damai dan membangun perdamaian regional.

“Saya telah melakukan pembicaraan dengan Israel di masa lalu, tetapi Israel perlu bertindak lebih sensitif mengenai kebijakan regionalnya di Palestina,” kata Erdogan.

Ia menambahkan, Tel Aviv perlu bertindak secara bertanggung jawab atas masalah Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa.

Ankara akan segera mulai membalas jika melihat Israel melakukan semaunya, imbuhnya. (T/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

=====
Dapatkan berita pilihan dan info khusus terkait dengan Palestina dan Dunia Islam setiap hari. Yuks bergabung di Grup Telegram "Official Broadcast MINA", caranya klik link https://t.me/kbminaofficial, kemudian join. Jangan lupa juga ikuti berita terkini dari MINANEWS di Google News, klik di sini.