EUFORIA DI TEPI BARAT ATAS KEMENANGAN GAZA

Rakyat Palestina di Tepi Barat rayakan kemenangan pejuang Hamas (Foto: AA)
Rakyat Palestina di Tepi Barat rayakan kemenangan pejuang Hamas (Foto: AA)

Ramallah, 1 Dzulqaidah 1435/27 Agustus 2014 (MINA) – Jalan-jalan di Tepi Barat ramai oleh perayaan sepanjang malam, Rabu dini hari (27/8), di mana rakyat Palestina memuji Mesir yang menengahi kesepakatan gencatan senjata sehinga membuat Israel menghentikan serangannya untuk waktu tanpa batas.

Di Ramallah, ratusan warga Palestina berkumpul di Al-Manarah Square merayakan kesepakatan yang dianggap sebagai “kemenangan bagi perlawanan”.

Mereka mengibarkan bendera Hamas dan membakar kembang api, Anadolu Agency melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Hari ini, perlawanan menang dan mematahkan hidung tentara terkuat di Timur Tengah,” kata Azaam Gomaa, seorang insinyur, kepada Anadolu saat ia bergabung dalam perayaan gembira itu.

“Perlawanan membuktikan bahwa mereka dapat melakukan apa yang negara-negara Arab lainnya gagal lakukan, bahkan dengan senjata yang buruk,” kata Iyad Saloum, seorang teknisi laboratorium. “Perlawanan memaksa kesepakan gencatan senjata pada penjajah.”

Sebuah adegan euforia serupa terlihat di utara kota Nablus, di mana ratusan orang berbaris di jalan-jalan dalam perayaan, mengibarkan bendera Palestina dan spanduk Hamas.

“Kami menganggap gencatan senjata sebagai kemenangan bagi bangsa Islam,” kata Alaa Abdel-Salam, seorang pedagang Nablus, kepada Anadolu.

Malek Ashour, seorang pemilik toko yang juga tinggal di Nablus, memberikan penghormatan kepada Izzuddin Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, dan kelompok-kelompok perlawanan lain karena “membuat dunia Islam bangga”.

Perayaan juga diadakan di kota Hebron, Bethlehem, Jenin dan Tulkarem.

Gencatan senjata yang ditengahi Mesir mulai berlaku pada hari Selasa malam, mengakhiri 51 hari serangan Israel tanpa henti di daerah kantong pantai yang diblokade.

Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry mengatakan, kesepakatan kedua fihak menyerukan pembukaan semua penyeberangan perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel, yang secara efektif akan menandakan akhir dari embargo panjang Israel terhadap Gaza.

Menurut Departemen Kesehatan Palestina, sejak serangan pertama meletus pada tanggal 7 Juni, setidaknya sudah 2.145 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, dinyatakan syahid dan hampir 11.000 terluka.

Selama periode yang sama, pemerintah Israel menyatakan setidaknya 69 warga Israel – 64 tentara dan lima warga sipil – telah tewas. Sementara data Hamas menyebutkan, Al-Qassam telah berhasil menewaskan lebih dari 160 tentara Israel dalam perang, belum terhitung tentara yang tewas di dalam tank yang dihancurkan oleh pejuang. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0