Euro-Med: Serangan Israel Hancurkan Fasilitas Ekonomi di Gaza

Sebuah pabrik Gaza terbakar setelah dihantam rudal Israel (foto: Wafa)

Gaza, MINA – Pasukan Israel menargetkan banyak fasilitas ekonomi dan komersial di Jalur Gaza selama serangan yang sudah berlangsung selama 10 hari sejak Senin (10/5).

“Serangan udara Israel menghancurkan lebih dari 525 bangunan ekonomi, termasuk 50 pabrik di Jalur Gaza,” kata pengawas hak asasi manusia Euro-Mediterania (Euro-Med) seperti dikutip dari Wafa, Rabu (20/5).

Euro-Med mencatat beberapa fasilitas ekonomi yang diserang pasukan Israel antara lain:

Pada Selasa (11/5), pasukan Israel menghancurkan pabrik es krim Al-Jalil dekat Bundaran Kuwait di lingkungan Zeitoun, selatan Kota Gaza, pabrik Abu Al-Khair, sebelah timur Jabalia dan perusahaan keramik Hamada.

Pada Senin (17/5), artileri Israel menargetkan pabrik pembuat kasur FOMCO, sebelah timur Jabalia. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran besar di pabrik itu.

Keesokan harinya, Selasa (18/5), artileri Israel menargetkan Abu Iskandar, sebuah pabrik pembuat plastik di zona industri. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran dan melahab berton-ton bahan mentah terbakar.

Perusahaan dan pabrik lain rusak parah dalam serangan tersebut seperti Harb co., Clever co., Tal Al-Zuhoor co., BSW co., Al-harir factory for potato chips, the Maatouq ice cream factory, the Ali Pabrik Al-Wadi, dan gudang-gudang milik Bidco.

Perkiraan awal menunjukkan 525 bangunan komersial rusak, termasuk toko dan pusat komersial di lantai dasar gedung dan menara yang dihancurkan oleh pesawat tempur Israel di Jalur Gaza.

Kepala Asosiasi Pengusaha di Gaza, Ali Al-Hayek mengatakan, pada tahap ini sulit untuk menghitung jumlah pabrik dan perusahaan yang hancur atau rusak atau untuk memperkirakan tingkat kerugian.

“Tidak kurang dari 50 pabrik, selain lusinan toko dan fasilitas lainnya, hancur total atau hancur sebagian, karena operasi pemboman Israel yang berkelanjutan,” katanya.

Ia menyatakan, ada kerusakan tidak langsung yang disebabkan oleh serangan militer tersebut, termasuk yang diakibatkan pemadaman listrik.

Selama ini sektor ekonomi telah mengalami kondisi sulit karena pandemi, blokade Israel dan serangan di Gaza.

Penghancuran pabrik dan pembangunan ekonomi telah mendorong ribuan orang menjadi pengangguran sekitar 49 persen di Jalur Gaza, khususnya di kalangan pemuda. (T/RE1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)