Fadli: Insiden di Bali Jangan Terulang

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. (Foto: Istimewa)

Jakarta, MINA – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menanggapi ramainya isu persekusi yang dilakukan terhadap Ustaz Somad di Bali beberapa waktu lalu. Hal tersebut tidak boleh terulang lagi, dan lebih baik menyerahkannya kepada aparat hukum, mengingat masalah SARA merupakan masalah yang sangat sensitif, sehingga masyarakat diminta bertindak hati-hati dan tidak termakan hoax. “Penganut agama manapun dari pihak manapun itu tidak boleh berlaku demikian,” katanya di Ruang Pimpinan DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (13/12). Ia menambahkan, ini bisa memicu potensi konflik yang besar, karena dihiasi berita-berita palsu, hoax, dan ada provokasinya yang menimbulkan kesalahpahaman. Ia menegaskan, persekusi semacam ini jangan sampai terulang kembali, lebih bagus dalam persoalan-persoalan tertentu kita serahkan kepada aparat penegak hukum jangan melakukan penghakiman sendiri. Langkah proaktif aparat penegak hukum dalam mengantisipasi persoalan tersebut juga patut ditunggu, salah satunya dengan mencekal berita-berita palsu atau hoax yang kerap disebarkan melalui jejaring media sosial dan instant messenger lainnya. “Sehingga hal demikian tidak berlarut-larut kesalahpahamannya,” katanya. Fadli mencontohkan ketika terjadi beredarnya berita-berita melalui WAG (Whatsapp Grop), yang tidak benar mungkin bisa diantisipasi, sehingga beredarnya tidak luas dan menimbulkan komplikasi. Karena kalau beritanya itu sudah provokatif dan salah, orang salah paham dan kesalahpahaman itu bisa menjadi bola salju. “Jadi harusnya bisa dicegah sejak dini ketika berita-berita itu masih bersifat rumor,” tegasnya. Sebelumnya ramai diberitakan bahwa Safari dakwah Ustaz Abdul Somad di Bali sempat diwarnai protes dari ormas lokal. Walau begitu, dakwah Ustaz Somad di Denpasar tetap berlangsung dengan aman. Informasi yang beredar, Ustaz Somad sempat diprotes kehadirannya di Pulau Dewata oleh ormas yang tergabung dalam Komponen Rakyat Bali (KRB). (R06/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)