Fahmi Salim: Pembebasan Baitul Maqdis Berawal dari Lepasnya Penjajahan Pemikiran

Konferensi internasional bertema Al-Aqsa Simbol Perlawanan dan Identitas Perjuangan Rakyat Palestina melawan Penjajahan, di Universitas Syafi'iyah Jakarta, Kamis, 15 Mei 2024. (Foto MINA/Ali Farkhan Tsani)

Jakarta, MINA – Pakar isu Kepalestinaan Ust Fahmi Salim mengatakan, pemancaran Baitul Maqdis dan Palestina dimulai dari pembebasan pemikiran masyarakat dari perbudakan penjajahan dan pembekuan pemikiran.

“Pembebasan Baitul Maqdis haruslah diawali dengan melepaskan pemikiran umat dari belenggu pemikiran penjajahan dan penahanan, kata Fahmi Salim dalam konferensi internasional bertema Al-Aqsa Simbol Perlawanan dan Identitas Perjuangan Rakyat Palestina melawan Penjajahan, di Universitas Asy-Syafiiyah Jakarta, Kamis (15/5) .

Pernyataan itu ia kutip dari Prof El-Uwaisi, seorang ulama Palestina yang mengatakan, memerdekakan pemikiran umat menjadi awal pembebasan Baitul Maqdis dan Palestina.

Di sisi lain, Fahmi Salim juga mengutip pernyataan Salahudin Al-Ayubi yang mengatakan, kelanjutan Baitul Maqdis tidak terlepas dari peran para ulama yang memberi pencerahan ilmu kepada umat tentang urgensi Baitul Maqdis.

Sementara tokoh politik AS Benny Sanders, mengatakan bahwa para akademisi AS yang terdiri atas mahasiswa dan para dosen mereka melakukan aksi demo, mengkritik kebijakan pemerintahnya yang menyokong Zionis dalam memerangi rakyat Palestina.

Sanders mengatakan, gerakan mereka bukan anti semit, tetapi merupakan suara hati nurani yang masih peduli terhadap kemanusiaan dan bentuk cinta dan kasih sayang antarsesama manusia.

Universitas Islam Asy-Syafi’iyah mengadakan konferensi Internasional tentang Al-Aqsa sebagai bentuk kepedulian terhadap pejuangan rakyat Palestina melawan penjajahan Zionis Israel. []

Kantor Berita Mi’raj (MINA)

Baca Juga:  Doa Naik Pesawat Lengkap dengan Latin dan Artinya