Faksi-Faksi Palestina Kecam Serangan Udara Israel di Gaza

Gaza, 19 Dzulqadah 1437/22 Agustus 2016 (MINA) – Faksi – faksi Palestina mengecam serangan udara Israel pada Ahad (22/8) di Jalur Gaza yang melukai lima warga Palestina, yang dikatakan Israel sebagai balasan atas serangan roket Hamas ke Israel selatan.

Juru bicara Brigade Perlawanan Nasional, sayap bersenjata Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP), mengatakan pada Senin (22/8), bahwa serangan Israel telah melanggar perjanjian damai dan para pejuang memiliki hak untuk membela rakyat Palestina terhadap “kejahatan Israel yang terus-menerus.”

Dalam pertemuan darurat DFLP, organisasi ini mengajak semua brigade perlawanan di Jalur Gaza menentukan solusi, bagaimana  melawan serangan Israel dan pembentukan komite.Ma’an News memberitakan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

DFLP juga menyerukan kepada rakyat Palestina tetap bersatu dalam menghadapi pelanggaran dan serangan Israel.

“Kami akan terus melawan pendudukan Israel sampai kita mendapatkan kebebasan dan kemerdekaan,” tambahnya.

Di sela itu, sayap militer gerakan Fatah menyatakan pada Senin kesediaannya untuk terus membela Gaza dari serangan Israel.

“Kami sangat terkejut dengan serangan Israel di Jalur Gaza kemarin yang menibulkan ketakutan pada warga Palestina, namun pejuang kami siap untuk menghadapi setiap serangan Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza,” kata Abu Jihad, juru bicara Brigade Al-Aqsha.

Sebelumnya, pada bulan Mei, seorang wanita Palestina tewas dalam serangan udara berkelanjutan, yang menurut Israel sebagai balasan pada tembakan mortir dan roket yang ditembakkan ke wilayah Israel dari Jalur Gaza.

Selanjutnya, pada Juli pasukan Israel melancarkan serangan udara di beberapa lokasi yang diduga digunakan oleh faksi-faksi Palestina di wilayah pesisir yang terkepung, yang menurut Israel adalah sebagai pembakasan atas serangan roket yang mendarat di Sderot.

Pemerintah Israel meminta pemimpin Hamas bertanggung jawab atas semua serangan terhadap Israel yang datang dari Jalur Gaza.

Namun, Hamas tidak mengklaim Israel untuk bertanggung jawab atas setiap serangan roket yang menghancurkan Gaza sejak perang tahun 2014 lalu. (T/M013/P2)

 Mi’raj Islamic News Agency (MINA)