Barcelona, MINA — Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) akan menamai salah satu dari tiga kapal kemanusiaan yang disiapkan untuk misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 dengan nama Kapal Farizal Ramadhon, dalam upaya menembus blokade Gaza melalui jalur Laut Mediterania.
Program ini merupakan bagian dari gerakan internasional misi kemanusiaan yang melibatkan ratusan kapal dari berbagai negara dalam satu agenda besar Global Sumud Flotilla 2026.
Koordinator Dewan Pengarah GPCI, Maimon Herawati, mengatakan penamaan Kapal Farizal Ramadhon merupakan bentuk penghormatan kepada almarhum prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), Farizal Ramadhon, yang gugur saat menjalankan tugas pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
“Silakan netizen dan warga Indonesia menyarankan nama kapal-kapal kita. Sejauh ini, kita berpikir untuk memberikan nama kapal Indonesia dengan Kapal Farizal Ramadhon,” ujar Maimon Herawati di Barcelona, Spanyol, Sabtu (11/4).
Baca Juga: Warga Lebanon Turun ke Jalan, Tegas Tolak Negosiasi dengan Israel
Maimon Herawati menjelaskan bahwa Kapal Farizal Ramadhon menjadi simbol penghormatan atas pengabdian prajurit Indonesia dalam misi perdamaian dunia, sekaligus bagian dari partisipasi Indonesia dalam Global Sumud Flotilla 2026 untuk menembus blokade Gaza.
Farizal Ramadhon gugur di zona biru perdamaian Lebanon Selatan ketika terjadi serangan yang dilakukan tentara penjajahan Zionis Israel, saat ia tengah melaksanakan sholat Isya di wilayah tugasnya bersama pasukan perdamaian PBB.
Selain Kapal Farizal Ramadhon, dua kapal kemanusiaan lainnya dari Indonesia dalam misi Global Sumud Flotilla 2026 akan dinamai Kapal Malahayati dan Kapal Hasanuddin.
Ketiga kapal kemanusiaan Indonesia tersebut akan bergabung dengan sekitar 100 kapal kemanusiaan internasional dalam misi menembus blokade Gaza.
Baca Juga: Studi di Jerman: Hampir Separuh Pemuda Muslim Miliki Pandangan Islamis
Maimon Herawati menegaskan bahwa Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) bersama relawan internasional telah berkumpul di Barcelona untuk persiapan keberangkatan armada.
Armada kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 dijadwalkan akan berangkat serempak dari Barcelona pada Ahad, 12 April 2026.
“Kita persiapan kapal-kapal yang akan berlayar, dan tiga di antaranya kapal Indonesia. Insya Allah kapal-kapal kemanusiaan ini akan bergabung dalam misi Global Sumud Flotilla menembus blokade Gaza,” kata Maimon Herawati.
Sebelumnya, sekitar 20 kapal kemanusiaan dari Freedom Flotilla Coalition dan Thousand Madleens telah berangkat dari Marseille, Prancis sejak 4 April 2026, sebagai bagian dari gelombang awal Global Sumud Flotilla 2026.
Baca Juga: Meski Perundingan Buntu, Pakistan Desak AS dan Iran Pertahankan Gencatan Senjata
Gelombang keberangkatan kapal kemanusiaan ini juga dilakukan dari berbagai negara Eropa lainnya dengan tujuan yang sama, yaitu menembus blokade Gaza dan membuka akses bantuan kemanusiaan.
Maimon Herawati yang juga perwakilan Indonesia dalam Steering Committee Global Sumud Flotilla 2026 menjelaskan bahwa misi kemanusiaan ini tidak hanya melalui jalur laut, tetapi juga direncanakan melalui konvoi darat lintas negara-negara Maghribi.
Menurutnya, misi Global Sumud Flotilla 2026 bertujuan utama membawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza, termasuk obat-obatan, air bersih, makanan, serta kebutuhan bayi dan perempuan yang terdampak blokade Gaza.
Selain itu, salah satu kapal berbendera Polandia yang ikut dalam misi Global Sumud Flotilla 2026 juga membawa bantuan berupa tas sekolah dan perlengkapan belajar untuk anak-anak Gaza sebagai bentuk solidaritas internasional.
Baca Juga: Tiga Universitas di Kashmir Batalkan Kerja Sama dengan LSM AS
“Anak-anak di beberapa negara ingin menyampaikan kepada anak-anak di Gaza bahwa mereka tidak dilupakan. Mereka mengirimkan tas-tas sekolah melalui misi Global Sumud Flotilla untuk menembus blokade Gaza,” pungkas Maimon Herawati.
Delegasi Indonesia kloter kedua resmi berangkat ke Barcelona, Spanyol untuk bergabung dengan armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026, pada Rabu (8/4) pukul 18.30 WIB.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kanada Donasikan Rp123 Miliar untuk Rohingya
















Mina Indonesia
Mina Arabic