Fasilitasi Dosen Raih Gelar Phd, Dikti Adakan Webinar Talent Scouting

Jakarta, MINA – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyelenggarakan Webinar (seminar online) Talent Scouting untuk memotivasi para dosen yang berminat melanjutkan studi meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD).

Tujuan Talent Scouting adalah meningkatkan kesiapan dosen untuk studi di luar negeri dengan mengasah pola mindset entrepreneur dan inovatif serta membuat jejaring dengan perguruan tinggi di luar negeri.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Prof. Nizam dalam acara webinar bertemakan “Talent Scouting: Road to PhD,” pada Senin (27/7) berpesan kepada para peserta yang sedang berjuang meraih beasiswa gelar PhD atau S3, maupun sedang persiapan berangkat untuk bisa membangun kolaborasi atau jejaring dengan institusi perguruan tinggi di luar negeri.

“Kalau bisa network (jaringan) itu tidak hanya dibangun oleh individual tapi dalam bentuk institusional, misalnya menghubungkan antara perguruan tinggi asal ibu/bapak dengan tempat anda studi di luar negeri dengan begitu jejaring yang dibangun akan lebih luas manfaatnya dan lebih tinggi feedback-nya,” pesannya.

Talent scouting bertema Road to PhD adalah talent scouting non reguler, program serial webinar yang kedua berlangsung pada 27-28 Juli 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumber Daya Manusia Kemendikbud, sebelumnya yang pertama dengan tema Talent Scouting Education Ireland pada Juni lalu.

“Program ini serial yang kedua untuk berbagi pengalaman temen-temen yang sudah studi S3 dengan beasiswa dari pemerintah maupun mitra-mitra kita di luar negeri,” ujarnya.

Selain itu, Nizam juga meminta para dosen yang berminat melanjutkan studi Pascasarjana agar mempersiapkan diri sehingga kapanpun ada kesempatan beasiswa mereka sudah siap.

“Kami ucapkan terima kasih kepada mitra-mitra yang sudah turut serta membangun kapasitas manusia di Indonesia terutama beasiswa bagi dosen. Beasiswa bagi dosen itu multiplayer-nya tinggi karena setiap dosen paling tidak mengajar kurang dari 100 mahasiswa setiap semesternya, dikalikan dengan masa pengabdiannya di perguruan tinggi minimal 30 tahun tentunya belasan ribu mahasiswa yang mendapatkan manfaat dari beasiswa yang diberikan pada dosen,” jelasnya.

Program talent scouting menggandeng para alumni penerima beasiswa pendidikan pascasarjana luar negeri untuk berbagi sukses story dalam memilih dan meraih gelar doktor dari berbagai perguruan tinggi terbaik di dunia.

Sementara itu, Direktur Sember Daya Manusia Dikti M. Sofyan Effendi menambahkan, sejak 2008 Ditjen Dikti telah berhasil mencetak lebih dari 3.000 Doktor lulusan luar negeri melalui beasiswa pendidikan pascasarjana.

“Para alumni ini yang menamakan dirinya sebagai Diktis tersebar di berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia, bahkan banyak di antara mereka sudah menjadi Profesor serta menduduki jabatan-jabatan di level pimpinan perguruan tinggi. Kami berharap mereka dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan dosen lainnya yang akan mengikuti jejak keberhasilannya menempuh studi S3 di luar negeri, sebagai batu loncatan untuk meraih jenjang karir yang lebih tinggi dan turut memajukan pendidikan nasional di Indonesia,” tambahnya. (L/R5/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)