Ramallah, MINA – Hussein al-Sheikh, Kepala Otoritas Umum Urusan Sipil dan Anggota Komite Sentral gerakan Fatah mengatakan, berakhirnya pendudukan dan berdirinya negara Palestina tidak akan menunggu persetujuan Israel.
“Akhir pendudukan dan pembentukan Negara Palestina tidak akan menunggu persetujuan (Perdana Menteri Israel Naftali) Bennett, itu adalah sejarah yang tak terhindarkan,” kata pejabat senior Palestina itu seperti dikutip dari Wafa, Sabtu (29/1).
Al-Sheikh menambahkan, sejumlah negara di dunia yang mengakui Negara Palestina lebih besar daripada yang mengakui Israel.
Pernyataan Al-Sheikh tersebut menanggapi ungkapan PM Israel Naftali Bennett yang tidak akan berdamai dengan Otoritas Palestina atau mendukung pembentukan negara Palestina di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.
Baca Juga: Arab Saudi Kecam Serbuan ke Al-Aqsa oleh Ben-Gvir
“Keamanan, keselamatan, stabilitas, dan perdamaian hanya akan tercapai dengan berakhirnya pendudukan dan berdirinya Negara Palestina,” tegas Al-Sheikh. (T/RE1/RS2)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Perluas Operasi Militer di Jalur Gaza