Fatah: UEA telah Memboikot Palestina Sejak 2010

Ramallah, MINA – Sekretaris Komite Sentral Fatah, Jibril Rajoub, mengungkapkan bahwa UEA telah memboikot Palestina dari 2010, dan sejak itu, tidak mengundang duta besar Palestina untuk Abu Dhabi dalam acara resmi apa pun.

Rajoub berkata, kepada TV Palestina, Selasa malam (15/9), “Sejak 2010 duta besar kami untuk Emirat tidak berurusan dengannya, dan pada hari libur nasional mereka mengirim undangan yang mengatakan, semua duta besar diundang kecuali duta besar Palestina.”

Ia menanggapi upacara penandatanganan perjanjian normalisasi antara UEA dan Bahrain di satu sisi, dan Israel di sisi lain, di Gedung Putih, di Washington DC, AS. Quds Press melaporkan.

Rajoub menambahkan, negara-negara Arab “telah menghentikan bantuan dan tunjangan yang mereka bayarkan sesuai dengan keputusan KTT Arab sebelumnya.”

Dia menyebutkan, dalam dua tahun terakhir, penasihat dan menantu Presiden AS, Jared Kushner, telah melakukan tur ke Arab dan meminta mereka untuk berhenti membantu rakyat Palestina.

“Kami tidak akan mengizinkan Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed dan lainnya setelah hari ini untuk menggunakan kartu Palestina guna menutupi pengkhianatan dan keterlibatan mereka,” kata Rajoub.

Dalam upacara penandatanganan, Menteri Luar Negeri Emirat mempertimbangkan, “Perjanjian ini akan memungkinkan kami untuk lebih mendukung rakyat Palestina dan mewujudkan harapan mereka bagi negara merdeka dalam wilayah yang stabil dan makmur.”

Bahrain adalah negara Arab keempat, dan negara Teluk kedua, yang menjalin hubungan normal dengan Israel, setelah Mesir 1979, Yordania 1994, dan UEA pada 2020. (T/RS2/RS1)

Mi’raj News Agency (MINA)