FOZ-Kantor Berita MINA Jajaki Kerja Sama Tingkatkan Sosialisasi Edukasi Zakat

(Foto: Doc. MINA)

Jakarta, MINA – Asosiasi Organisasi Pengelola Zakat Indonesia Forum Zakat (FOZ) dan Kantor Berita MINA sepakat menjalin kerja sama dalam meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai zakat serta peran amil zakat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.

Hal tersebut dikemukakan saat kunjungan silaturahim delegasi FOZ ke Kantor Berita MINA di Kantor Pusat MINA, Gedung MER-C Jakarta, Jumat (13/3).

“Seperti yang diketahui MINA merupakan media massa muslim yang memiliki pengaruh di Indonesia dalam menyebarkan berita-berita Islami, edukatif, dan terpercaya. Maka besar harapan kami untuk dapat menjalin silaturahmi agar tercipta karya kolaborasi yang berdampak positif bagi gerakan zakat dan Indonesia,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) FOZ, Nana Sudiana.

Dalam kunjungannya, Sekjen FOZ Nana Sudiana datang bersama Support Bidang I (Advokasi) dan Bidang II (Kerja Sama dan Sinergi) Ramadani; serta Koordinator Media Novi Rina Wati; diterima oleh Pemimpin Redaksi Kantor Berita MINA Ismet Rauf, Sekretaris Redaksi Widi Kusnadi, dan Kepala Peliputan Rana Setiawan.

Sekjen FOZ Nana menjelaskan bahwa Forum Zakat yang didirikan pada 1997 lalu merupakan asosiasi lembaga pengelola Zakat yang berfungsi sebagai wadah berhimpunnya Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia.

“Sebanyak 147 organisasi pengelola zakat yang menjadi anggota FOZ saat ini merupakan kekayaan yang perlu dikelola dan dioptimalkan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Nana, forum Zakat sebagai asosiasi organisasi pengelola zakat memiliki tugas untuk mengelaborasikan potensi yang ada pada semua lembaga agar manfaat zakat lebih optimal dirasakan baik bagi muzaki maupun mustahik, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

“FOZ berharap bahwa arah gerakan zakat mampu berpadu dengan semangat sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah melalui kementerian agama, Baznas sebagai mandatoris UU Pengelolaan Zakat dan masyarakat melalui lembaga-lembaga amil zakat, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kota/kabupaten,” pungkasnya.

Pemimpin Redaksi Kantor Berita MINA, Ismet Rauf menyambut baik hal tersebut. Kantor Berita MINA siap bersinergi menyuseskan program-program sosialisasi dan edukasi mengenai Zakat melalui media.

Pihaknya siap memiliki kanal dan ruang khusus di media online yang terbit dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris, dan Arab) ini untuk memfasilitasi tulisan-tulisan mengenai literasi Zakat dan ekonomi Islam.

“Kantor Berita MINA menjadi ‘juru bicara’ kaum muslimin mempunyai peran penting untuk memperkenalkan zakat kepada umat Islam secara luas, menciptakan kesadaran dan mengubah sikap serta perilaku umat Islam dalam berzakat,” imbuhnya.

Sejarah Forum Zakat

Lembaga Forum Zakat (FOZ) didirikan pada Jumat, 19 September 1997 oleh 11 lembaga yang terdiri Dompet Dhuafa Republika, Bazis DKI Jakarta, Baitul Mal Pupuk Kujang, Baitul Mal Pupuk Kaltim, Baitul Mal Pertamina, Telkom Jakarta, Bapekis Bank Bumi Daya, Lembaga Keuangan Syariah Bank Muamalat Indonesia, PT Internusa Hasta Buana dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIE) Jakarta.

Pada awal berdirinya, FOZ berbentuk yayasan, namun sejak Musyawarah Kerja Nasional I (Mukernas I) tanggal 7-9 Januari 1999, status yayasan tersebut diubah menjadi asosiasi dengan Ketua Umumnya Drs Eri Sudewo.

Perubahan badan hukum dari Yayasan menjadi Asosiasi, kemudian dicatatkan di notaris sebagai Perkumpulan. Badan hukum perkumpulan inilah yang sampai sekarang dimiliki oleh FOZ, dan sudah dicatatkan di lembaran negara.

Dalam penutup kunjungan tersebut, kedua pihak saling memberikan cendera mata berupa buku khazanah hasil penerbitan masing-masing pihak.

Sejarah Kantor Berita MINA

Kantor Berita MINA terbit dalam tiga Bahasa (Indonesia, Arab, Inggris), diresmikan oleh Ketua DPR RI Marzuki Alie pada tanggal 18 Desember 2012, di  Aula Buya Hamka Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan.

MINA didirikan oleh Jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah, lembaga kegawatdaruratan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), dan Jaringan Radio Silaturahim (Rasil). MINA merupakan follow up dari Konferensi Bandung untuk Pembebasan Al-Aqsha dan Palestina yang berlangsung tanggal 4-5 Juli 2012 di Bandung, Jawa Barat.

Pendiri, Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi pertama MINA adalah H.M. Hamidy, Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah), tokoh pers yang cukup lama menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Kantor Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara.

MINA berpusat di Gedung MER-C Lt 1 Jl. Kramat Lontar J-157 Senen, Jakarta Pusat, saat mempunyai beberapa koresponden di dalam dan di luar negeri, antara lain di Gaza Palestina, Khartoum Sudan, dan Kuala Lumpur Malaysia. Di samping dalam negeri seperti di Bandar Lampung, Aceh, Banten, Bandung hingga NTT.

Kantor Berita MINA saat ini di bawah Pemimpin Umum Arief Rahman dan Pemimpin Redaksi Ismet Rauf.

MINA di samping sebagai kantor berita, juga mengadakan kerja sama dengan berbagai instansi, perusahaan, organisasi, baik pemerintah maupun swasta dalam bidang kehumasan, diklat jurnalistik, penerbitan (publishing house), dan penyelenggaraan acara (Event Organizer).(L/R1/R8/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)