FSA MINTA RUSIA BERHENTI MEMBOM OPOSISI SURIAH

Jet tempur Rusia SU-35S. (Foto: dok. Russia Insider)
Jet tempur Rusia SU-35S. (Foto: dok. Russia Insider)

Riyadh, 12 Muharram 1437/25 Oktober 2015 (MINA) – Oposisi Suriah yang berjuang di bawah bendera Tentara Suriah Merdeka (FSA) mengatakan, Rusia harus berhenti membom mereka sebelum berbicara tentang membantu mereka.

Dalam pernyataan Sabtu (24/10) itu, FSA juga menolak ide Pemerintah Moskow tentang pemilu yang diduga hanya bertujuan untuk mempertahankan Presiden Bashar Al-Assad berkuasa, Arab News yang berbasis di Riyadh melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Rusia harus terlebih dahulu menghentikan pemboman markas FSA sebelum menawarkan dukungan udara yang kita belum minta,” kata Fares Bayoush, pemimpin kelompok Fursan Al-Haq yang berafiliasi dengan FSA.

Fadi Ahmad, juru bicara kelompok Divisi Pesisir Pertama yang telah dilanda setidaknya tiga kali oleh serangan udara Rusia mengatakan, Rusia harus menghentikan dukungan kepada Assad.

“Setelah itu kita akan berpikir tentang bekerja sama,” katanya.

Pemimpin oposisi terkemuka Bashar Al-Zoubi mengatakan, Rusia harus memaksa Assad turun dari kekuasaan jika serius untuk membawa solusi.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengatakan, angkatan udara Rusia yang telah membom oposisi di Suriah sejak 30 September, siap untuk membantu oposisi “patriotik” Suriah.

Dia juga mengatakan, pemerintahan Presiden Vladimir Putin ingin Suriah mempersiapkan pemilihan parlemen dan presiden, satu ide yang bagi oposisi terkemuka Suriah adalah “tidak logis dan tidak realistis”, di mana begitu banyak orang yang dipaksa pergi dari Suriah, di penjara, atau diburu oleh pemerintah.

Skeptisisme oposisi terhadap kebijakan Rusia menggarisbawahi tantangan besar pada setiap upaya untuk menghidupkan kembali diplomasi saat pertempuran besar terus berlangsung.

Serangan udara Rusia telah menargetkan beberapa kelompok oposisi yang berafiliasi dengan FSA di barat Suriah yang merupakan wilayah penting bagi kelangsungan hidup Assad. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor: Ismet Rauf

Comments: 0